advertisement pasang iklan disini

Kriminal

  • Indra Kenz Ditahan 20 Hari di Rutan Bareskrim

    Indra Kenz ( Foto : Antara ) 

    Deempatbelas.com – Bareskrim Polri telah menetapkan Indra Kesuma alias Indra Kenz sebagai tersangka kasus dugaan judi online, penyebaran hoaks, penipuan hingga TPPU terkait Aplikasi Binomo. Dia pun ditahan di Rutan Bareskrim.

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan, Indra Kenz akan dilakukan penahanan 20 hari pertama.

    “Penahanan di rutan Bareskrim Polri untuk 20 hari terhitung hari ini tanggal 25 Februari sampai dengan tanggal 16 Maret 2022,” kata Ramadhan kepada awak media, Jakarta, Jumat (25/2/2022)

    Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dit Tipideksus) Bareskrim Polri menjerat Indra Kesuma alias Indra Kenz dengan pasal berlapis setelah ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus dugaan penipuan Aplikasi Binomo.

    Ramadhan menyebut, dari jeratan pasal yang disematkan, Indra terancam hukuman kurungan penjara selama 20 tahun. “Ancaman terhadap yang bersangkutan 20 tahun,” ujar Ramadhan.

    Adapun pasal yang disematkan ke Indra antara lain; Pasal 45 ayat (2) jo Pasal 27 Ayat (2) dan atau Pasal 45 A Ayat (1) jo 28 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Pasal 3, Pasal 5 dan Pasal 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dan atau Pasal 378 KUHP Jo Pasal 55 KUHP.

    Sumber : okezone.com

  • Wakil Sekretaris PSI Sumut Jadi Korban Jambret Dijalan Saat Pulang

    Deempatbelas.com

    Medan – Seorang wanita jadi korban jambret di kota Medan. Aksi tersebut dilakukan dua orang bersepeda motor dan mengakibatkan luka disejumlah bagian tubuh serta tas korban berhasil dibawa kabur pelaku.

    Kejadian tersebut diketahui pada Senin (25/10) sekitar jam 5 sore saat korban yang diketahui bernama Elvi Sukaesih hendak pulang dari kantor nya di Jalan Sei Belutu melewati Jalan Sei Martobing, Kecamatan Medan Baru, Kota Medan.

    Menurutnya, pelaku penjambretan berjumlah dua orang mengendarai sepeda motor matik Mio berwarna hitam dengan cepat merampas tas miliknya.

    “Saat itu saya lagi jalan mau pulang dari kantor dan tiba-tiba didatangi dua orang mengendarai sepeda motor dan langsung merampas tas saya. Disitu saya sempat melawan tarik menarik tas saya.”Kata Evi.

    Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka memar dibagian wajah dan tangannya terkilir serta harus kehilangan tas nya yang berisikan HP, dompet, uang tunai dan sejumlah surat surat berharga.

    Elvi Sukaesih yang diketahui Wakil Sekretaris Partai Solidaritas Indonesia Sumatera Utara ini berharap pihak kepolisian Kota Medan dapat menangkap pelaku kejahatan tersebut, sehingga tidak ada lagi korban lainnya.

  • Pasangan Kekasih Pengedar Sabu Jaringan Malaysia Diringkus Polda Jatim

    Deempatbelas.com

    Surabaya – Subdit II Ditresnarkoba Polda Jawa Timur, meringkus dua orang tersangka pengedar Narkotika jenis Sabu, jaringan Malaysia. Dari penangkapan ini, satu orang yang diamankan warga Nigeri.

    Jaringan narkoba Malaysia, memasukkan barang berupa sabu dan Extacy dengan cara menyusupkan ke dalam kaleng makanan yang berada di kardus, yang sudah dimodifikasi berisi makanan dan pakaian. Yang dikirim melalui espedisi laut dari Malaysia ke surabaya.

    Kedua tersangka yang berhasil diringkus yaini, RA, seorang wanita warga Negara Indonesia dan ICK, laki-laki, warga Negara Nigeria.

    Keduanya diringkus di pinggir jalan depan parkiran Apartemen City Park, Gate Barat, Jalan Kamal Raya Cengkareng, Jakarta Barat, pada Kamis 15 Juli 2021, sekira pukul 19.30 WIB.

    Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko, saat merilis hasil ungkap Narkotika jenis Sabu yang didampingi oleh Kasubdit II Ditresnarkoba, Kompol James, pengungkapan ini berawal dari adanya kiriman yang dicurigai dari jalur laut di Perak, Surabaya.

    “Petugas bea cukai tanjung perak lantas melakukan koordinasi dengan Ditresnarkoba Polda Jatim. Saat dilakukan pengecekan, alamat pengirimannya ternyata di Jakarta, sehingga dilakukan Profiling,” jelas Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Senin (27/9/2021).

    Dari hasil Profiling, anggota akhirnya mengamankan satu orang perempuan warga indonesia, inisial (RA) yang diamankan di Jakarta. Dan dilakukan pengembangan dan menangkap satu tersangka lagi, Warga Negara Asing (WNA) asal Nigeria inisial ICK.

    “Penangkapan para tersangka ini hasil dari Control Delivery. Dan akhirnya bisa terungkap. Kedua tersangka ini jaringan Malaysia. Dari tangan keduanya, berhasil mengamankan barang bukti sabu seberat 3,984 kilogram dan 1.384 butir Extacy,” lanjutnya.

    Sementara itu, Kompol James, Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Jatim, menjelaskan, bahwa paket yang dikirim melalui Pelabuhan Tanjung Perak Kota Surabaya, hanya bertuliskan sebuah nomor telfon dan penerima atas nama RA.

    “Selanjutnya petugas Bea dan Cukai Pelabuhan Tanjung Perak Kota Surabaya melakukan pemeriksaan terhadap sebuah paket tersebut, karena dicurigai bahwa dibalik sebuah paket tersebut diduga terdapat narkoba,” kata Kompol James, Kasubdit II Ditresnarkoba polda jatim.

    Dijelaskan lebih jauh, kemudian petugas Bea dan Cukai membawa sebuah paket tersebut ke ruangan yang steril untuk dilakukan penggeledahan paket tersebut. Diketahui, bahwa paket itu terdapat 8 (delapan) bungkus plastik diduga berisi narkotika dan diduga berisi narkotika jenis Extacy.

    “Kemudian anggota Ditresnarkoba bersama petugas bea dan cukai, melakukan Controlled Delivery terhadap tersangka RA,” tambahnya.

    Selanjutnya, petugas ekspedisi mencoba menghubungi nomor telepon tersebut, namun tidak diangkat. Setelah itu tidak berselang lama tersangka RA mengirim sebuah SMS dengan kalimat “Hello mas ini saya Cyntia yang punya paket maaf saya lagi kerja hape saya lagi di cas tadi, tolong saya mau ambil paket, Apartemen City”.

    “Setelah petugas ekspedisi bertemu dengan tersangka RA yang bersama tersangka ICK. Proses penyerahan paket tersebut telah dilaksanakan, setelah itu petugas Kepolisian Ditresnarkoba Polda Jatim yang melakukan Controlled Delivery telah melakukan penangkapan terhadap tersangka RA dan tersangka ICK”, ujarnya.

    Kemudian oleh anggota dilakukan interogasi terhadap tersangka ICK, bahwa tersangka ICK mendapatkan narkotika sabu tersebut dari seseorang yang bernama Kevin (DPO) di Malaysia.

    Selanjutnya Petugas membawa tersangka RA dan tersangka ICK dan barang buktinya ke Polda Jatim.

    Dari kedua tersangka, polisi berhasil mengamankan barang bukti, 8 (delapan) bungkus plastik diduga berisi narkotika jenis sabu berat kotor total 3.984 kilogram, 1 (satu) bungkus plastik diduga berisi narkotika jenis Extacy, sebanyak 1.384 butir.

    Sedangkan kedua tersangka akan dijerat dengan Pasal, 114 Ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika, Pasal 112 Ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009 dan Pasal 132 Ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009.

  • Home Industri Rumahan Kopi Ekstasi Yang Dijalankan Pasutri di Medan Berhasil di Bongkar

    Deempatbelas.com 

    Medan – Polrestabes Medan berhasil membongkar home industri narkotika yang dijalankan pasangan suami-istri (pasutri) di rumahnya Jalan Budi Kemenangan, Kelurahan Pulo Brayan Kota, Kecamatan Medan Barat.

    Keduanya, J (30) sang suami dan MC (17) istri mengaku mendapat bahan baku ekstasi yang tidak laku dari salah satu tempat hiburan malam untuk diolah kembali menjadi campuran kopi sachet.

    Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko saat memaparkan kasus ini, Selasa (14/9) menjelaskan, dalam menjalankan bisnis ini, keduanya pun berbagi peran.

    Tersangka J, berperan meracik kopi yang sudah dicampur dengan ekstasi yang digerus sekaligus membeli ekstasi yang tidak laku di tempat hiburan. Sedangkan sang istri, MC (17) berperan mengantarkan barang narkotika itu ke para konsumen.

    “Dalam menjalankan praktik bisnis haram ini, keduanya menggunakan 5 rekening berbeda termasuk rekening milik orang tuanya. Mereka juga diketahui menggunakan jasa aplikasi jual beli online di internet untuk mengantar barang,”katanya.

    Turut hadir dalam kesempatan itu, Kepala BNNP Sumut, Brigjen Pol, Toga H Panjaitan, Walikota Medan, Boby Afif Nasution, Wakil Walikota Medan, Auli Rachman, Kasat Narkoba, Kompol M Rikki Ramadhan, Wakasat Narkoba, Iptu Ainul Yaqin, para Kanit dan undangan lainnya.

    Selain, kopi campur ekstasi, dari keduanya juga disita antara lain, 5,2 gram sabu, 173 butir pil ekstasi berbagai merek, 1205 butir pil H5, 39 botol keytamin cair, 168 bungkus kecil keytamin serbuk, 3 unit timbangan elektrik, 208 lintingan rokok batangan ganja, 168 butir pil alprazolam.

    “Keduanya sudah menjalankan praktik terlarang ini selama 2 tahun. Keuntungan yang didapat tiap bulannya bisa mencapai Rp 15 juta,”sebutnya.

    Selain itu, Polrestabes juga berhasil mengungkap dua kasus lainnya yakni, peredaran 3,1 Kg gram heroin asal Malaysia yang dibawa dari Aceh yang rencananya akan diedarkan di Medan. Untuk kasus ini, Sat Res Narkoba mengamankan dua tersangka masing-masing, ANS (35) warga Desa Kuala Pedaga, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang serta, MAN (41) warga Jalan Chaidir, Kelurahan Nelayan Indah, Kecamatan Medan Labuhan.

    Kasus lainnya yakni, pengungkapan 800 gram sabu, 35 papan pil H5 dan 1 timbangan elektrik milik tersangka, IS (52) warga Komplek Tasbih II, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Sunggal.

    Selain mengungkap ketiga kasus tersebut, Polrestabes sebelumnya juga mengungkap 3 kasus narkotika dengan barang bukti, 148 kg ganja yang diamankan oleh anggota Koramil /13 Percut Seituan, Peltu Elieser Sitorus, 1 Kg sabu yang diungkap Tim Reskrim Polsek Pancur Batu dan 97 Kg ganja yang diamankan dari kawasan Jalan Makmur Pasar VII, Desa Sambirejo, Kecamatan Percut Seituan.

    Kepala BNNP Sumut, Brigjen Pol Toga H Panjaitan, mengatakan adanya peredaran heroin jadi fenomena baru dan akan menjadi perhatian pihaknya. Brigjen Toga juga menyampaikan, Sumut saat ini menduduki peringkat pertama korban penyalahgunaan narkotika di Indonesia. Ada sekitar 1,5 juta masyarakat yang terpapar dan menjadi korban penyalahgunaan narkotika.

    “Konsepnya, untuk mengurangi prevelansi korban harus direhabilitasi, bukan dipenjara. Kalau tidak diobati berapapun pasokan akan habis. Mudah-mudahan kita bisa membangun panti rehab gratis untuk mengobati korban penyalahgunaan narkotika. Intinya bagaimana kita mengendalikan, karena kejahatan narkotika ini merupakan extrarordinary crime,”jelasnya.

    Pantauan wartawan, usai menggelar konferensi pers, semua barang bukti narkotika yang berhasil diamankan dari berbagai ungkapan kasus dimusnahkan ke incenerator mobile milik BNNP Sumut.

  • Rion Arios.SH : Granat Mengapresiasi TNI AL Menggerebek Markas Narkoba Kandang Lembu

    Deempatbelas.Com MEDAN –  Paska Penggrebekan yang dilakukan oleh POM AL dan Tim Intel Lantamal I terhadap lokasi perjudian dan narkoba di  kandang lembu  pinggiran benteng sungai Deli Kelurahan Pekan Labuhan Kecamatan Medan Labuhan,Senin (6/9) sore

    Sekretaris DPC Gerakan Nasional Anti Narkotika ( GRANAT ) Kota Medan Rion Arios.SH yang juga berprofesi sebagai pengacara mengapresiasi penegakan hukum yang dilakukan oleh TNI AL kita dorong TNI AL bersama POLRI untuk memberantas lokasi maksiat ( perjudian dan narkoba ) ungkap beliau,Selasa 7 Septenber 2021.

    Harapannya dengan kolaborasi antara TNI dan Polri ,GRANAT kota Medan  menganggap persoalan tersebut dianggap urgent  sehingga kita dari GRANAT siap bekerja sama dengan TNI dan Polri dalam melakukan pencegahan serta sosialisasi terkait narkoba ujar Rion Arios.SH.

    Sebagai Organisasi Masyarakat ( ORMAS ) penggiat anti narkotika ini tanggung jawab kita bersama untuk bisa menahan laju perkembangan narkoba khususnya di kota Medan.

    Semoga kegiatan ini dapar berlanjut untuk memberantas laju perkembangan narkoba yang merusak generasi anak pungkas Rion

    (SAYA)

  • 10 Pria Bertopeng Diduga Cabuli Bocah Kelas 3 SD, Kabid Humas: Kita Tunggu Hasil Visum

    Deempatbelas.com 

    Medan – Tim Unit PPA Sat Reskrim Polrestabes Medan tengah menyelidiki kasus pencabulan terhadap bocah kelas 3 SD berinisial RAP (10) yang dilakukan 10 pria memakai topeng.

    “Penyidik masih mendalami kasusnya. Untuk laporannya sudah diterima. Kita tinggal menunggu hasil visum,” kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, Kamis (2/9).

    Lebih lanjut, juru bicara Polda Sumut ini menerangkan penyidik telah meminta keterangan korban didampingi orang tua bersama kuasa hukum terkait kasus pencabulan tersebut.

    “Dari keterangan korban itu, nantinya penyidik akan mendalami lebih dalam kasus pencabulan yang telah dilaporkan ke Polrestabes Medan tersebut,” terang Hadi.

    Diketahui, RAP (10) diduga menjadi korban pencabulan yang dilakukan 10 orang pria dewasa di daerah Kecamatan Medan Amplas. Dalam aksinya para pelaku mengancam korban dengan pisau dan membakar kaki sebelah kiri.

    Kejadian bermula saat RAP hendak membeli sesuatu ke warung pada Senin 23 Agustus 2021 sekira Pukul 14.00 WIB lalu. Di tengah jalan RAP ditangkap dan dinaikan ke mobil pick up ditutupi terpal.

    Lalu para pelaku berjumlah 10 orang dengan menggunakan topeng secara bergantian melakukan pencabulan terhadap RAP dan merekam aksi bejat tersebut.

    Usai melampiaskan nafsunya, para pelaku membawa korban ke tempat semula sambil dengan kasar menendang korban untuk turun dari mobil pick up. Atas kasus cabul itu orang tua korban pun melaporkan ke Polrestabes Medan berdasarkan STTLP/N/1675/YAN/2.5/ K/VIII/2021/SPKT Restabes Medan.

    “Saya berharap agar Polrestabes Medan bergerak cepat menangkap para pelaku cabul karena akibat perbuatannya membuat korban mengalami trauma,” harapnya kuasa hukum korban, Irwansyah Nasution. (Gb).

  • Biadab Dicabuli Oleh 10 Orang, Bocah 10 Tahun Trauma

    Deempatbelas.Com Medan- Sungguh sangat biadab, seorang bocah laki-laki berumur 10 tahun berinisial RAP yang masih duduk di kelas 3 SD swasta di kawasan Medan Amplas jadi korban pencabulan oleh 10 orang pria dewasa.

    Tak hanya itu, dalam melancarkan aksi bejatnya, para pelaku mengancam korban dengan pisau dan membakar kaki sebelah kiri. Kejadian ini terjadi pada hari Senin, tanggal 23 Agustus 2021, pukul 14.00 WIB

    Kejadian bermula pada saat RAP hendak membeli sesuatu ke warung, ditengah jalan RAP ditangkap dan dinaikan ke mobil pick up yang ditutupi terpal.

    Disaat itu para pelaku yang berjumlah 10 dengan menggunakan topeng secara bergantian melakukan pencabulan terhadap RAP dan merekam aksi biadab mereka

    Usai melampiaskan nafsunya, para pelaku membawa korban ketempat semula dan dengan kasar, menendang korban untuk turun dari mobil pick up.

    “Malam itu saya lihat anak saya itu murung, terus saya tanya kenapa, keadaannya seperti sangat trauma, namun saat itu, anak aku itu tak mau jawab, namun saat itu si RAP meneteskan air mata. Dan saya bujuk, baru lah dia ( korban cerita ) bahwa ia dicabuli oleh 10 orang. Saya sudah buat laporan ke Polrestabes Medan, nomor laporannya, STTLP/N/1675/YAN/,2.5/ K/VIII/2021/SPKT Restabes Medan,”ucap ibu korban berinisial PA.

    Lanjut wanita yang berprofesi sebagai driver mobil rental ini lagi, saya berharap laporan saya segera ditindak lanjuti dan para pelaku segera ditangkap.

    “Akibat kejadian itu, anak aku itu takut dan trauma pergi ke masjid apa lagi melihat mobil pickup, takut kali dia. Karena bukan hanya di sodomi, anak aku itu juga mulutnya dimasukan kemaluan para pelaku,”jelas ibu korban sambil menangis menceritakan kejadian ini pada awak media.

    Sementara itu, RAP pada awak media bercerita tentang apa yang dialaminya.

    “Aku mau ke warung om, lalu datang mobil pickup terus aku dinaikkan ke atas mobil disitu celanaku dibuka, mulut aku dimasukan itu ( alat vital ) terus kaki aku dibakar rokok, sama diancam pisau,”jelas RAP.

    Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polrestabes Medan, AKP Mardianta Ginting saat dikonfirmasi akan hal ini membenarkan kejadian ini.

    “Iya benar bang, hasil visum nya belum keluar,”pungkas Kanit PPA.

  • Juru Parkir Jadi Korban Penembakan Perampok di Toko Mas Simpang Limun Medan

    Deempatbelas.Com MEDAN – Seorang juru parkir di Pasar Simpang Limun Medan, Erwin menjadi korban penembakan dari pelaku perampokan dua toko mas, Kamis (26/8/2021).

    Berdasarkan keterangan warga, Ardi, usai beraksi, para pelaku kemudian berupaya mengambil dua sepeda motornya.

    “Korban mau minta uang parkir,” Ardi.

    Tanpa ada alasan, para pelaku langsung menembak korban ke arah dada sebelah kiri. “Antara leher dan dada yang kena,” sebutnya.

    Pelaku kemudian langsung kabur meninggalkan lokasi. “Warga Gak ada yang berani ngejar karena pake senjata api,” ucapnya.

    Kemudian warga yang ada di pasar tersebut membawa korban ke Rumah Sakit Estomihi Medan, di Jalan SM Raja, tak jauh dari lokasi kejadian.

    Diketahui, dua toko mas Aulia Chan dan Masrul di Pasar Simpang Limun Medan, dirampok oleh empat pria bersenjata api, Kamis (26/8/2021) siang. Para pelaku berhasil membawa mas diperkirakan seberat 4 Kg lebih.

    Berdasarkan keterangan warga, para pelaku berjumlah 4 orang memakai masker datang kedua toko itu. Tanpa ada rasa pelaku langsung menodongkan senjata api ke arah pemilik toko mas Aulia Chan.

    “Ada yang nodongkan senjata,” wanita bernama Tasmawati kepada wartawan.

    Tanpa ada rasa takut, pelaku kemudian memecahkan kaca steling dan mengambil sejumlah mas. “Kalau adik saya kerugiannya diperkirakan 4 Kg mas,” akui dia.

    Setelah menggasak mas di toko Aulia Chan, selanjutnya para pelaku beraksi di sebelah toko tersebut yaitu Toko Mas Masrul. “Ada dua toko dirampok,” katanya lagi.

    Kemudian pelaku langsung meninggalkan lokasi. “Pakai laras panjang dan pendek,” ucapnya.

    Saat ini petugas masih melakukan olahraga Tempat Kejadian Perkara (TKP).

  • Empat Orang Bersenpi Rampok Toko Mas di Pasar Simpang Limun Medan

    Deempatbelas.Com MEDAN – Dua toko mas Aulia Chan dan Masrul di Pasar Simpang Limun Medan, dirampok oleh empat pria bersenjata api, Kamis (26/8/2021) siang. Para pelaku berhasil membawa kabur mas diperkirakan seberat 5 Kg.

    Berdasarkan keterangan warga, para pelaku berjumlah 4 orang memakai masker datang kedua toko itu. Tanpa ada rasa curiga kemudian pelaku langsung menodongkan senjata api ke arah pemilik toko mas Aulia Chan.

    “Ada yang nodongkan senjata,”kata wanita bernama Tasmawati kepada wartawan.

    Tanpa ada rasa takut, pelaku kemudian memecahkan kaca steling dan mengambil sejumlah mas. “Kalau adik saya kerugiannya diperkirakan 4 Kg mas,” ungkapnya.

    Setelah menggasak mas di toko Aulia Chan, selanjutnya para pelaku beraksi di sebelah toko tersebut yaitu Toko Mas Masrul. “Ada dua toko dirampok, ”katanya lagi.

    Kemudian pelaku langsung meninggalkan lokasi dan kabur bersama sama. “Pake laras panjang dan pendek mereka, “urainya.

    Saat ini petugas masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara.

  • Dokter Ditangkap Ngaku Konsulat Rusia di Medan

    Dokter Ditangkap Ngaku Konsulat Rusia di Medan

    Deempatbelas.Com MEDAN – Tim Sat Reskrim Polrestabes Medan menangkap seorang dokter di Medan berinisial (FN) karena menggunakan plat kendaraan Konsulat Rusia palsu, Rabu (25/6).

    Berdasarkan informasi yang diperoleh, Kamis (26/8), menerangkap FN diamankan personil Sat Reskrim Polrestabes Medan di Jalan Prof HM Yamin. Dari lokasi penangkapan petugas menyita barang bukti empat unit mobil berbagai merek dengan Plat CC milik Konsulat Rusia.

    Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, saat dikonfirmasi membenarkan oknum dokter berinisial FN di Medan karena menggunakan kendaraan plat CC milik Konsulat Rusia.

    “Dari hasil pemeriksaan di Samsat Dit Lantas Polda Sumut bahwa plat kendaraan CC 37 07, CC 37 02, CC 37 01, tidak terdaftar dan palsu,” katanya.

    Setelah ditelusuri lebih jauh, Hadi mengungkapkan tidak ada Konsulat Rusia di Kota Medan maupun di Indonesia dan dinyakini FN menggunakan plat kendaraan milik Konsulat Rusia bodong (palsu-red).

    “Untuk kendaraan Pajore Sport yang diamankan kita kenakan tindak pidana karena kelengkapan dokumennya palsu. Sedangkan tiga kendaraan lainnya yang turut disita akan dilimpahkan ke Sat Lantas Polrestabes Medan proses tilang,” ungkapnya.

    Disinggung mengenai motif yang dilakukan oknum dokter karena menggunakan plat Konsulat Rusia palsu, Hadi mengaku penyidik Sat Reskrim Polrestabes Medan masih melakukan pemeriksaan secara intesif.

    “Untuk motifnya masih terus kita dalami. Sementara FN telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan,” pungkasnya.

Back to top button