GP Arab Saudi menjadi bursa pertempuran seluruh team F1 yang bertarung dalam balapan di track Jeddah Street Circuit beberapa waktu yang lalu. Namun, balapan kali ini menjadi kontroversial setelah terdengar adanya isu tentang penggunaan team order oleh tim Red Bull Racing.
Team order, yang dikenal sebagai bentuk intervensi manajemen untuk memastikan kemenangan pada salah satu pembalap adalah hal yang menjadi kontroversial dalam dunia balap Formula 1. Dalam kasus GP Arab Saudi, sejumlah penggemar mulai menebak bahwa Max Verstappen memenangkan balapan karena adanya instruksi untuk Sergio Perez untuk tidak menyalip pembalap tim rival saat Perez berada di depan.
Namun, sang bos tim Red Bull Racing, Christian Horner menegaskan bahwa timnya tidak pernah melakukan team order selama balapan berlangsung. Ia menjelaskan, bahwa Perez mendapatkan instruksi untuk mempertahankan posisi atas Fernando Alonso, pembalap yang berada di posisi ketiga saat itu. Hal ini demi memastikan bahwa Red Bull Racing meraih podium kedua dan ketiga.
Horner menjelaskan bahwa Perez memiliki kebebasan untuk melaju secepat mungkin dalam balapan, namun dia diperintahkan untuk tetap menjaga posisinya hingga akhir balapan. Ia menambahkan bahwa saat balapan memasuki lap akhir, tantangan dari Alonso sudah tidak berarti, sehingga Perez akhirnya diperbolehkan untuk lebih cepat daripada Alonso.
Pernyataan yang disampaikan oleh Christian Horner tersebut menuai tanggapan positif dari beberapa pengamat balap dan penggemar yang menilai tim Red Bull Racing memang tidak menggunakan team order dalam balapan. Mereka yakin bahwa apa yang terjadi pada tim Red Bull Racing adalah bentuk dari strategi tim yang cerdas dan efektif.
Meski begitu, kontroversi seputar team order dalam balapan F1 masih menjadi hal yang pelik. Sebagian penggemar merasa bahwa tim yang menggunakan team order selalu memaksa untuk menipu agar mendapatkan kemenangan. Namun, para penggemar lain merasa bahwa team order adalah bagian dari olahraga balap Formula 1 dan semuanya tidak berbahaya asalkan taktik itu digunakan dengan jujur dan adil.
Baru-baru ini, FIA melakukan evaluasi untuk memperbaiki tampilan balap F1 dan kebijakan terkait team order tentu menjadi sorotan penting. Hasil evaluasi FIA menjadi catatan penting bagi tim-tim Formula 1, termasuk Red Bull Racing, untuk menjaga agar tidak berbuat curang dalam menaikan posisi pembalap mereka. Semua pengamat dan penggemar inginkan sebuah Formula 1 yang adil dan baik, serta kompetisi yang sehat di setiap balapan.
Dengan demikian, keputusan FIA untuk memantau kebijakan team order menjadi hal yang sangat penting bagi kemajuan olahraga balapan ini. Tim-tim harus menjaga karakter apa yang membedakan olahraga balap Formula 1 dengan olahraga lainnya, yakni persaingan yang fair dan jujur dalam balapan. Semoga benar, bahwa Red Bull Racing tidak melakukan penggunaan team order dalam balapan di GP Arab Saudi kali ini dan selalu berkompetisi dengan jujur serta adil di seluruh balapan yang dilakukan.







