smsi

4 Alasan Psikologis Orang Hobi Bergosip di Tempat Kerja

Gosip di tempat kerja merupakan hal yang sering terjadi. Entah itu tentang kehidupan pribadi karyawan atau tentang rekan kerja mereka. Meskipun dianggap sebagai tindakan yang tidak etis, tetapi fenomena ini masih sering terjadi. Ada beberapa faktor psikologis yang mendorong orang untuk menggosip. Berikut ini adalah empat alasan psikologis orang hobi bergosip di tempat kerja.

1. Kebutuhan Akan Rasa Kepemilikan
Sebagian besar orang memiliki kebutuhan untuk merasa memiliki informasi yang eksklusif. Mereka ingin tahu tentang kehidupan rekan kerja mereka, yang menjadikan mereka merasa memiliki kontrol dengan informasi tersebut. Hal ini dapat memberikan kepuasan dan rasa percaya diri yang lebih tinggi. Begitu memegang informasi yang tidak diketahui oleh orang lain, mereka merasa lebih penting dan memiliki posisi yang lebih tinggi daripada orang lainnya.

2. Kebutuhan untuk Mengurangi Kesenjangan Sosial
Sebagai makhluk sosial, manusia memiliki keinginan untuk termasuk dalam kelompok atau komunitas tertentu. Namun, sering kali ada kesenjangan sosial di antara pegawai dalam perusahaan yang sama. Gosip dapat membantu mengurangi kesenjangan sosial ini dengan menciptakan keadaan di mana pegawai merasa lebih dekat satu sama lain. Di samping itu, gosip juga dapat menjadi jalan bagi orang yang sempat antagonis dalam hubungannya di tempat kerja untuk memulihkan persahabatannya.

3. Kebutuhan Akan Perhatian dan Pengakuan
Karyawan yang merasa tidak diakui atau haus akan perhatian dari rekan kerja cenderung mencari pengakuan dengan mengganggu privasi orang lain. Mendapat perhatian dari menggosip membuat seolah-olah orang lain menyukai mereka atau memandang mereka sebagai orang yang penting. Kebiasaan menggosip dalam situasi ini akan membuat mereka merasa nyaman dengan dirinya dan menjadi perhatian orang lain. Oleh karena itu, gosip sering menjadi jalan keluar yang mudah untuk memenuhi kebutuhan akan perhatian dan pengakuan.

4. Kebutuhan Akan Hiburan di Tempat Kerja
Menjalani rutinitas pekerjaan yang monoton dan membosankan bisa membuat seseorang mudah jenuh. Gosip dapat menjadi cara yang efektif untuk menunjukkan tawa di kantor. Hal ini bisa menjadi bentuk hiburan dan bisa menjadi cara untuk mengurangi stress di tempat kerja. Tetapi walaupun ini memberi pencapaian positif dan dianggap sebagai hiburan, gosip bisa menimbulkan rasa sakit dan prasangka di hati orang lain yang diambil sebagai bahan gosip.

Kesimpulan
Gosip yang terjadi di tempat kerja sangat mempengaruhi hubungan kerja antara karyawan atau rekan kerja. Pada satu sisi, gosip dapat membantu menjalin hubungan sosial yang lebih dekat, mengurangi kesenjangan sosial dan menciptakan keadaan sosial yang menyenangkan. Namun, pada sisi lain gosip juga dapat merusak hubungan antara rekan kerja dan menimbulkan rasa sakit serta prasangka.

Kesimpulannya, orang yang hobi bergosip di tempat kerja memiliki kebutuhan psikologis yang mencakup keinginan untuk memiliki informasi, menurunkan kesenjangan sosial, kebutuhan akan perhatian dan pengakuan, dan memperoleh hiburan. Oleh karena itu, penting bagi karyawan untuk memahami alasan mengapa mereka mulai menggosip dan mempertimbangkan dampak yang mereka bisa timbulkan pada rekan kerjanya. Maka, penting bagi kita untuk membatasi diri kami dari kebiasaan menggosip dan menghindari dampak negatif keberadaan kita di lingkungan kerja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *