De14dotcom, Medan – Tercatat sebagai Ketua Dewan Pembina Komite Pemekaran Provinsi Sumatera Pantai Timur (KPP Sumatera Pantai Timur), Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., atau Bahar Siagian yang juga Bupati Batubara periode 2025-2030, dianggap melawan atau dianggap tidak mendukung kepemimpinan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, dengan visi Kolaborasi Sumut Berkah menuju Sumatera Utara yang Unggul, Maju, dan Berkelanjutan.
Menurut Ketua Forum Pemantau Aparatur Negara (FPAN) Reza Nasution, “sebagai salah satu Bupati yang berada di wilayah provinsi Sumatera Utara, Bahar Siagian seharusnya menjunjung etika dan adab kepemimpinan di pemerintahan daerah yang masih dipimpin oleh Gubernur defenitif dan sukses dalam memimpin daerah seperti Bobby Nasution. Sepatutnya dalam situasi geopolitik yang sedang tidak kondusif dan kepemimpinan nasional dan daerah juga baru berjalan setahun lebih, wacana tentang pemekaran daerah apalagi untuk provinsi bukanlah bernilai urgensi dan menjadi kebutuhan masyarakat saat ini,” tegas Ketua FPAN Sumut kepada wartawan di Medan, Sabtu 11/4/2026, menanggapi beredar banyaknya undangan yang berjudul, Silaturahim Syawal 1447 H dan Rembug Pembangunan Daerah Komite Pemekaran Provinsi Sumatera Pantai Timur, yang akan dilaksanakan pada hari Senin 13/4/2026 di Aula Kantor Bupati Batubara.
Masih menurut Reza Nasution, keresahan dirinya ini karena, kegiatan yang dijadwalkan tersebut, secara terang-terangan membahas agenda pembentukan provinsi baru bernama Sumatera Pantai Timur. Publik pun menilai langkah tersebut berpotensi memicu perpecahan wilayah Sumatera Utara di tengah kepemimpinan Gubernur Sumut Bobby Nasution.
“Ya, meskipun disitu ada nama Anggota DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tanjung, namun, jabatan Bahar Siagian sebagai Ketua Dewan Pembina KPP Sumatera Pantai Timur berpotensi kontra produktif dengan tugas dirinya yang saat ini sebagai Bupati Batubara. Apa yang dicari Bahar? kekuasaan? Ketenaran? Atau memang memberikan sinyal ingin membuat Sumut tidak kondusif dan Kepemimpinan Nasional dibawah Presiden Prabowo terganggu fokusnya dalam menjalankan program Asta Cita ke daerah,” tegasnya.
Sebagai salah satu organisasi pendukung kepemimpinan Gubsu Bobby Nasution, FPAN akan meminta Gubsu menegur Bahar Siagian yang bernama lengkapnya yang tertulis, Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H. M.Si. atas kegiatan yang dilaksanakan. (*)







