Jakarta, (Tanggal)- Jelang Pemilu 2024, Federasi Jurnalis Nasional (FJN) mengumumkan komitmennya untuk menyebarluaskan narasi positif dan memerangi hoaks yang dapat merusak demokrasi di Indonesia. Dalam konferensi pers yang digelar pada hari Rabu (tanggal), Ketua Umum FJN, (Nama), menyampaikan pentingnya menjaga integritas dan kredibilitas jurnalis dalam menyampaikan informasi pada masyarakat.
“Kita harus menyadari bahwa kekuatan media sangat besar pengaruhnya bagi masyarakat. Oleh karena itu, sebagai jurnalis, kita harus bertanggung jawab dan menjaga integritas dalam menyampaikan informasi yang benar dan berkualitas kepada masyarakat. Hal ini menjadi tantangan besar bagi kita ketika menjelang Pemilu 2024,” ujar (Nama).
FJN akan fokus pada upaya pencegahan penyebaran informasi palsu yang dapat memicu perpecahan dan konflik di masyarakat. Salah satu fokus utama FJN adalah membangun hubungan yang baik antara jurnalis dan media massa dengan Dewan Pers. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kontrol kualitas informasi dan menghalau kegiatan jurnalistik yang tidak etis serta bersifat merusak.
Dalam hal ini, FJN juga menyediakan pelatihan dan pendidikan bagi jurnalis yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas jurnalistik dan memperdalam pengetahuan mereka dalam menghindari hoaks. Selain itu, FJN juga akan mendorong media sosial untuk memverifikasi informasi sebelum menyebarluaskannya dan memberikan jawaban yang akurat terhadap berita palsu.
“Kita melihat bahwa banyak informasi tidak akurat dan berita palsu yang terus mengemuka di media sosial. Oleh karena itu, sebagai jurnalis, kita harus menjalankan tugas kami untuk mencari tahu kebenarannya dan kemudian menjelaskannya kepada masyarakat,” ucap (Nama).
FJN juga berusaha untuk memperluas jaringan informasi di seluruh pelosok Indonesia, khususnya wilayah yang belum terjangkau oleh media massa. Demi mewujudkan hal tersebut, FJN akan menjalin kerja sama dengan lembaga sosial dan kepala desa setempat. Hal ini dimaksudkan untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas lagi, termasuk masyarakat yang kurang beruntung, sehingga dapat diperoleh informasi yang akurat dan bermanfaat.
Selain membahas pengaruh media massa dalam Pemilihan 2024, FJN juga berbicara tentang pentingnya keberlangsungan jurnalistik pada masa pandemi COVID-19 ini. Jurnalis dan media massa adalah bagian dari kelompok profesi yang paling terdampak pandemi COVID-19. Banyak media yang harus tutup, jurnalis harus mengalami PHK, dan cukup banyak media yang harus merumahkan karyawannya. Oleh karena itu, FJN memiliki tanggung jawab untuk membantu jurnalis dan media massa yang terdampak.
FJN menghimbau kesadaran sosial kepada masyarakat tentang pentingnya media dan jurnalis dalam menyampaikan informasi yang tepat dan akurat. FJN juga meminta dukungan kepada para pihak terkait seperti pemerintah dan pihak swasta untuk memberikan dukungan agar jurnalis dan media massa dapat melaksanakan tugas mereka dengan baik pada masa pandemi COVID-19 ini.
Dalam konferensi pers tersebut, FJN mengajak seluruh jurnalis dan media massa untuk bergabung bersama dalam upaya memperangi hoaks dan meningkatkan kualitas jurnalistik di Indonesia. Hal ini dilakukan dalam rangka memperkuat integritas dan kredibilitas jurnalis dan media massa demi mewujudkan Pemilu 2024 yang demokratis dan bermartabat serta sesuai dengan keinginan rakyat.
Akhirnya, FJN telah menyebarluaskan rilis pers dalam bentuk yang paling efisien dan efektif. Rilis pers ini akan dikirimkan secara langsung ke jurnalis, media massa, dan juga publik luas. Dalam rilis pers tersebut, FJN menegaskan komitmen mereka untuk memastikan kualitas informasi yang akurat dan bermanfaat di masa yang akan datang, termasuk dalam iklim Pemilu 2024 yang akan datang. Oleh karena itu, FJN meminta dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah, untuk menjaga dan memperkuat integritas dan kredibilitas jurnalis dan media massa demi terwujudnya Pemilu 2024 yang adil, bertanggung jawab, dan bermartabat.












