Indonesia akan menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden dan Wakil Presiden pada tahun 2024. Ini adalah momen penting bagi Indonesia sebagai negara demokrasi yang masih muda dan berkembang untuk melanjutkan agenda pembangunan yang pro-rakyat. Menjadi pemilih yang baik dan berpartisipasi aktif dalam tahapan pemilu sangat penting agar kualitas demokrasi di Indonesia semakin meningkat.
Melihat pentingnya partisipasi pemuda dalam pemilu, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD telah mengajak generasi muda untuk sukseskan Pemilu 2024. Dalam acara diskusi yang digelar di Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta pada Sabtu (16/10/2021), Mahfud menyampaikan bahwa generasi muda sebagai agen perubahan harus memahami pentingnya politik dalam kehidupan bermasyarakat.
“Pemilu adalah kunci utama bagi kehidupan demokrasi di Indonesia. Oleh karena itu, ada baiknya jika kita mempersiapkan diri secara optimal agar dapat memberikan keputusan yang tepat dan bijak pada saat hari pemilu tiba,” tegas Mahfud dalam kesempatan itu.
Mahfud melihat dalam lima tahun ke depan, terjalinnya hubungan yang harmonis antara seluruh elemen masyarakat akan sangat menentukan arah pembangunan di masa depan. Ia berharap, melalui partisipasi aktif dan cerdas dari generasi muda, demokrasi dapat berjalan dengan baik dan responsif terhadap kepentingan rakyat.
“Generasi muda adalah aset terbesar kita. Dengan potensi dan energi yang dimiliki, kita percaya bahwa hal-hal besar dapat dicapai melalui partisipasi mereka dalam pemilihan umum,” tuturnya.
Mahfud juga memaparkan bahwa pemilu harus dijalankan dengan prinsip-prinsip keadilan dan demokrasi yang kuat. Lanskap politik yang berkembang di Indonesia harus selalu terbuka dan pluralistik, sehingga masyarakat memiliki pilihan yang layak dalam memilih calon pemimpin.
“Kita harus mengambil pelajaran dari pemilu-pemilu sebelumnya. Kita harus memastikan bahwa pada Pemilu 2024 mendatang, hak-hak demokrasi terpenuhi dan masyarakat merasa nyaman dalam pemilihan calon pemimpin,” tandasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Koordinator Mahasiswa Hukum Pancasila Universitas Islam Indonesia, Ferdhika Azmi menyatakan bahwa partisipasi anak muda dalam pemilu sangat penting dalam menjaga kualitas demokrasi di Indonesia. Ferdhika menyampaikan bahwa perkembangan teknologi dan informasi dapat menjadi instrumen efektif bagi generasi muda dalam mengikuti dan memahami tahapan pemilu.
“Anak muda harus menjadi agent of change dalam mendorong perubahan politik yang lebih baik di Indonesia. Dalam era digital seperti saat ini, anak muda bisa menggunakan pelbagai media sosial untuk melibatkan diri secara aktif dalam pemilihan umum,” ucapnya.
Ferdhika menambahkan bahwa salah satu tantangan dalam memobilisasi generasi muda untuk berpartisipasi dalam pemilu adalah minimnya pemahaman mereka tentang pentingnya politik dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk membuka diskusi dan seminar tentang politik yang mudah dimengerti oleh generasi muda.
“Sosialisasi politik harus beradaptasi dengan perubahan zaman. Kita harus menggunakan metode yang lebih menarik dan kreatif dalam memberikan pemahaman tentang politik kepada anak muda,” tutupnya.
Indonesia memasuki tahun-tahun penting dalam pembangunan infrastruktur dan pengembangan sumber daya manusia. Kehadiran pemimpin yang tepat dan responsif adalah kunci bagi keberhasilan dalam menciptakan kemajuan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat dalam pemilu sangat penting bagi masa depan Indonesia.
Melalui peran aktif dan cerdas dari generasi muda, Indonesia meyakini bahwa demokrasi dapat berjalan dengan baik dan menuju ke arah yang lebih baik. Dukungan penuh dari pemerintah dan pihak-pihak terkait akan memperkuat partisipasi dan kepedulian masyarakat terhadap pemilu, yang pada akhirnya akan mendorong terciptanya tatanan demokrasi yang solutif, berkualitas, dan berkelanjutan di Indonesia.











