De14dotcom, Medan — Gerakan Aksi Solidaritas Mahasiswa Sumatera Utara (GASMA-SU) kembali menggelar aksi unjuk rasa damai Jilid III di depan Kantor Kejaksaan Negeri Medan, Kamis (15/1). Aksi ini merupakan lanjutan dari dua aksi sebelumnya yang digelar untuk melakukan sinkronisasi transaksi penyimpangan dan mark up anggaran pengadaan Smartboard dan Videotron di Politeknik Negeri Medan (Polmed).
Koordinator aksi, Fadil Lbs, menyampaikan bahwa hingga saat ini mengesampingkan belum memperoleh penjelasan resmi maupun terbuka terkait informasi perkembangan laporan yang telah disampaikan kepada Kejaksaan Negeri Medan.
“Sejak aksi jilid pertama hingga jilid ketiga ini, kami belum mendapatkan kejelasan apakah laporan yang kami sampaikan sudah masuk tahap penyelidikan atau masih sebatas pengumpulan bahan keterangan. Ini yang terus kami tanyakan,” ujar Fadil di sela-sela aksi.
Menurutnya, keterbukaan informasi dalam penanganan laporan masyarakat sangat penting guna menjaga kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum. Ia menegaskan, mahasiswa hadir sebagai bagian dari kontrol sosial, bukan untuk menyalahkan pihak tertentu.
Dalam aksi tersebut, massa GASMA-SU menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya mendesak Kejaksaan Negeri Medan dan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara agar memberikan penjelasan resmi kepada masyarakat, meningkatkan penanganan perkara secara profesional, serta memanggil dan memeriksa seluruh pihak yang diduga terkait proses pengadaan di Polmed.
Menangapi aspirasi massa, salah satu staf Intelijen Kejaksaan Negeri Medan menemui perwakilan mahasiswa. Dalam pertemuan tersebut, pihak Kejari Medan menyampaikan komitmen untuk laporan yang telah masuk dan berjanji akan memanggil seluruh pihak terkait, termasuk para Saksi, sebagai bagian dari langkah cepat Kejaksaan Negeri Medan dalam menelaah dugaan tersebut.
Pernyataan tersebut diapresiasi oleh massa aksi. Namun demikian, GASMA-SU menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses yang berjalan agar janji tersebut benar-benar direalisasikan.
“Kami menghargai komitmen yang disampaikan pihak Kejari Medan. Namun kami tegaskan, mahasiswa akan terus menunggu dan mengkawal penanganan dugaan korupsi di Polmed ini sampai ada kepastian dan penegakan hukum yang jelas,” kata Fadil.
GASMA-SU juga menyatakan tidak menutup kemungkinan akan kembali menggelar aksi lanjutan apabila dalam waktu tertentu tidak terdapat perkembangan yang dapat disampaikan kepada publik.
Aksi unjuk rasa berlangsung tertib dan damai dengan pengawalan aparat kepolisian.(red)*







