Medan,— Kejadian memalukan sekaligus memilukan menimpa salah satu tokoh politik dan masyarakat Sumatera Utara, Iskandar, ST, yang juga merupakan ketua Partai Nasdem Sumut Pada Rabu (15/10/2025), ia menjadi korban salah tangkap oleh personel kepolisian yang tengah bertugas di wilayah hukum Polda Sumatera Utara.
Peristiwa tersebut memicu gelombang kritik dari berbagai pihak. Koordinator Pusat Aliansi Aktivis Kota (AKTA), Ari Gusti, menilai kejadian ini mencerminkan lemahnya profesionalisme aparat kepolisian di jajaran Polda dan Polrestabes Medan.
“Ini bukan hanya kesalahan prosedural, tapi juga bentuk kelalaian serius yang mencoreng nama baik institusi kepolisian dan merusak reputasi seorang tokoh masyarakat,” tegas Ari Gusti.
Menurutnya, insiden salah tangkap ini telah melukai kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum di Sumatera Utara. Ari mendesak Kapolri segera mengevaluasi bahkan mencopot Kapolda Sumut dan Kapolrestabes Medan, karena dianggap gagal melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap anggota di lapangan.
“Kami tidak ingin peristiwa serupa terulang pada siapapun. Tindakan sewenang-wenang seperti ini tidak boleh dibiarkan,” ujar Ari.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan telah membenarkan adanya peristiwa salah tangkap tersebut melalui keterangan resmi yang beredar di media sosial.
Sebagai bentuk protes, Aliansi Aktivis Kota (AKTA) berencana menggelar aksi unjuk rasa di Mapolda Sumut dan Mako Polrestabes Medan dalam waktu dekat untuk menuntut pertanggungjawaban pimpinan kepolisian.
“Ini bukan sekadar teguran. Kami akan turun langsung ke lapangan untuk menuntut keadilan,” tutup Ari Gusti.







