Medan —Bela Negara kini tak lagi soal mengangkat senjata atau berperang di medan laga. Di era modern, semangat Bela Negara bisa diwujudkan lewat perilaku humanis, mental sehat, dan aksi sosial yang memperkuat persatuan bangsa.
Semangat inilah yang diusung Forum Komunitas Bela Nusantara Indonesia (FKBNI) Sumatera Utara melalui tema Sumatera Utara Humanis, Beradab, dan Bersinar.
Gerakan ini mengajak masyarakat, khususnya generasi muda dan dunia kampus, untuk membangun kesadaran kebangsaan lewat pendekatan sosial, budaya, dan pendidikan.
Ketua Umum FKBNI Sumut Prof. Dr. Jon Piter Sinaga, M.Kes mengatakan, konsep Bela Negara Humanis menjadi strategi baru menghadapi tantangan zaman mulai dari ancaman narkoba, paham radikal, hingga krisis moral bangsa.
“Bela Negara tidak selalu tentang perang. Sekarang kita berjuang lewat perilaku humanis: membangun karakter bangsa yang sehat, beradab, dan bebas dari narkoba,” ujar Prof Jon Piter Sinaga bersama Kepala LLDIKTI Wilayah I Sumut, Prof. Saiful Anwar Matondang, Selasa (4/11/2025).
Prof Jon Piter Sinaga menjelaskan, istilah “Beradab” merupakan akronim dari Bebas Radikal, Anarkis, Diskriminasi, Amoral, dan Bentrok, sementara “Bersinar” berarti Bersih Narkoba. Kedua istilah ini menjadi simbol semangat Sumut membangun masyarakat yang kuat secara moral dan karakter.
FKBNI menurut Prof Jon Piter bekerja sama dengan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah I Sumatera Utara dalam menggerakkan program Kampus Bersinar (Bersih Narkoba) di berbagai perguruan tinggi swasta. Program ini menjadi bagian dari upaya membudayakan kesadaran anti-narkoba khususnya di kalangan mahasiswa.
“Sumatera Utara saat ini berada di peringkat pertama penyalahgunaan narkoba di Indonesia. Karena itu, kita harus menggempurnya melalui pendekatan budaya dan pendidikan perguruan tinggi yang ada di Sumut, “tegas Prof Jon Piter sinaga.
Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah I Sumut, Prof. Saiful Anwar Matondang menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan semangat Bela Negara di kalangan mahasiswa.
“Perguruan tinggi tidak hanya mencetak sarjana, tapi juga harus melahirkan generasi yang cinta tanah air, tangguh secara moral, dan bebas dari pengaruh narkoba. Inilah wujud Bela Negara non-fisik yang paling relevan di era sekarang,” ujar Prof. Saiful.
Ia menambahkan, program Kampus Bersinar merupakan contoh nyata kolaborasi dunia pendidikan dengan komunitas masyarakat untuk membangun karakter bangsa yang sehat dan berintegritas.
“Kampus harus menjadi ruang edukatif dan inspiratif. Kalau mahasiswa terbebas dari narkoba dan paham arti Bela Negara, maka mereka akan menjadi agen perubahan yang sesungguhnya,” katanya.
Sebagai bagian dari Peringatan Hari Pahlawan Nasional, kegiatan “Bela Negara Humanis” FKBNI akan digelar pada tanggal 22–23 November 2025 dengan berbagai rangkaian kegiatan yaitu.
“Orasi Kebangsaan pada 22 November yang digelar di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut. Kemudian 23 November dilaksanakan Jalan Santai Humanis di Lapangan Benteng Medan, yang diikuti lebih dari 2.500 peserta dari kalangan dosen, mahasiswa, dan masyarakat kampus dan khususnya jajaran pengurus FKBNI se Sumatra Utara.”Ucap Prof Jon Piter Sinaga menambahkan.
Menurutnya, program ini merupakan kelanjutan dari Simposium Bela Negara Humanis yang telah digelar pada 12 Juni 2025, dan mendapat dukungan penuh dari Kesbangpol Provinsi Sumatera Utara.
FKBNI menilai, kesadaran Bela Negara di masyarakat masih rendah. Karena itu, pendekatan humanis dipilih untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan melalui tindakan nyata di bidang sosial dan budaya.
“Kita ingin membangun karakter bangsa yang sadar, tangguh, dan cinta tanah air. Bela Negara Humanis adalah jalan membina masyarakat Sumatera Utara agar benar-benar beradab dan bersih dari narkoba,” pungkas Prof Jon Piter Sinaga Pendiri FKBNI .










