De14dotcom – Kasus perjudian di Sumatera Utara menggemparkan publik pasca Sumut mendapat peringkat ke 6 atas tingginya kasus perjudian. Pencapaian ini bukanlah hasil prestasi positif, label yang disematkan tentunya cap “buruk” di kancah nasional.
Menanggapi maraknya kasus perjudian di Sumatera Utara anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Komisi XIII Fraksi Partai Golkar Dapil Sumut I Dr. Maruli Siahaan SH. MH menegaskan agar kepolisian menindak praktik judi yang meresahkan masyarakat kata dia.
” Tidak dibenarkan dan dilarang sesuai Undang-undang. Diharapkan aparat kepolisian untuk menindak. Kalau memang ada perjudian, itu kan tidak dibenarkan sesuai dengan ketentuan aturan undang-undang. Kalau memang ada ditemukan ada buktinya harus ditindak oleh aparat kepolisian. Intinya itu ya,” tandas Dr. Maruli Siahaan SH. MH menjawab awak media, Jumat (30/01/2026).
Sebelumnya dihimpun dari data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) tahun 2024. Bahwa Sumut menduduki peringkat keenam provinsi dengan aktivitas judi online maupun judi konvesional terbesar di Indonesia.
Penegasan ini diperkuat oleh Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Meutya Hafid, menyoroti tingginya kasus judi online di Provinsi Sumatera Utara.
“Di sini, judi online-nya masih tinggi. Berdasarkan data PPATK 2024, Provinsi Sumut merupakan 6 besar untuk judi online terbesar di Indonesia,” ujar Meutya saat berkunjung ke Universitas HKBP Nommensen, beberapa waktu yang lalu.
Peredaran perjudian di wilayah ini sudah memasuki zona merah, apalagi baru – baru ini seorang oknum pejabat Camat Medan Maimun Kota Medan, Sumatera Utara berinisial AN terpapar candu judi hingga “latah” menggunakan uang Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) senilai Rp 1,2 miliar.
Kasus ini pun cukup menyita perhatian publik, pasalnya uang yang semestinya peruntukannya untuk kepentingan masyarakat justru beralih ke arena perjudian.
Nama pemegang perjudian Toto Gelap (Togel) sudah kerab disorot media massa di Sumatera Utara, namanya disebut – sebut bernama Aseng Kayu. Nama Aseng Kayu sudah cukup familiar di kalangan masyarakat. Tidak hanya menjadi konsumsi publik, nama “sakti” tersebut juga diketahui oleh Pejabat Utama Polda Sumut.
Berulangkali disampaikan kepada Dirkrimum Polda Sumut Kombes Pol Kombes Pol Ricko Taruna Maaruh mengenai keresahan masyarakat atas dampak perjudian togel Aseng Kayu di wilayah kerjanya itu. Akan tetapi Ricko Taruna Maaruh masih enggan untuk menanggapi konfirmasi wartawan.
Hasil investigasi kru media ini, judi togel Aseng Kayu marak di Kabupaten Sergai. Penelusuran wartawan Terpantau, di sejumlah kedai kopi di seputaran Jalan Besar Pasar Bengkel, Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) kupon – kupon togel “berserak” di meja. Tidak hanya itu, hasil rekapan dalam satu tahun juga tersusun rapi diatas meja dilengkapi buku tafsir mimpi.
Dilokasi, Jurtul (Juru Tulis) yang diwawancara wartawan secara eksklusif sebut saja namanya Budi menerangkan bahwa ia mendapat upah dari bandar Aseng Kayu sebanyak 20 persen dari nilai penjualan.
” Kami menulis togel ini sudah menjadi mata pencarian bang, karena aman kata toke kami nggak ditangkap polisi, maka kami berani. Biasa kami dapat 20 persen dari penjualan per 3 kali putaran dalam sehari ” ujar Budi kepada wartawan.
Informasi lainnya dihimpun, kordinator judi togel Aseng Kayu di wilayah ini dikomandoi oleh seorang pria berinisial nama Erik Siahaan serta pengawas oknum loreng bernama Hendra. Penegasan itu disampaikan warga sesaat dilakukan wawancara secara eksekslusif.
” Disini bandar togelnya bendera Aseng Kayu. Kordinator yang mengatur Jurtul bekerja dilapangan bernama Erik Siahaan ” sebut warga yang enggan menyebutkan namanya itu.
Tidak hanya di daerah Serdang Bedagai (Sergai) di daerah Kota Siantar, Tebing Tinggi, dan Deli Serdang dikabarkan marak judi togel logo Aseng Kayu.
Informasi diperoleh togel Aseng Kayu di Kabupaten Deli Serdang beredar di Kecamatan Namorambe, Sibiru – biru, STM Hilir, STM Hulu, Tanjung Morawa dan Patumbak. Infonya judi tebak angka ini sudah “menjajah” seluruh wilayah Deli Serdang.
Keresahan warga ini bukanlah cerita dongeng semata melainkan fakta lapangan bahwa peredaran judi togel Aseng Kayu semakin menjamur di Wilayah Hukum (Wilkum) Polda Sumatera Utara tak tersentuh oleh hukum.
Informasi diperoleh perjudian dapat berjalan mulus atas adanya campur tangan oknum polisi berinisial BD yang disebut – sebut bertugas sebagai Kepala Tim (Katim) di bidang Jatanras di salah satu Mapolres jajaran Polda Sumut.
Informasi ini sebelumnya diperoleh dari sumber yang layak dipercaya yang meminta namanya agar dirahasiakan wartawan demi keamanan.
Sumber menyebutkan bahwa, bandar togel Aseng Kayu sudah sangat familiar di petinggi – petinggi Polda Sumut.
” Saya pikir bukan rahasia umum lagi kalau togel Aseng Kayu tidak diketahui pihak Polda Sumut. dan Bahkan BD itu oknum yang ada di pusaran judi togel Aseng Kayu ” ujar sumber yang mewanti wanti namanya agar dirahasiakan itu.(cil)*







