De14dotcom-Penanggulangan pasca bencana terus digencarkan Gubernur Sumut Bobby Nasution. Selain mengebut hunian tetap, gubernur termuda di Indonesia itu pun juga memperhatikan biaya pendidikan anak-anak korban bencana di enam kabupaten/kita.
Langkah konkret itu untuk memastikan masa depan pendidikan anak-anak tetap terjaga di tengah situasi sulit akibat bencana alam. Pemerintah menilai, dalam kondisi seperti ini, pendidikan tidak boleh menjadi beban tambahan bagi keluarga korban bencana.
Bobby Nasution menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil sebagai bentuk tanggung jawab negara untuk hadir di saat masyarakat berada dalam situasi paling rentan. Menurutnya, anak-anak harus tetap memiliki akses pendidikan yang layak meski orang tua mereka tengah berjuang memulihkan kehidupan pascabencana.
“Bencana tidak boleh memutus harapan anak-anak kita. Pemerintah harus memastikan mereka tetap bisa bersekolah dan menatap masa depan dengan optimisme,” ujar Bobby dalam keterangan resminya.
Program pembebasan biaya ini mencakup biaya pendidikan di tingkat SMA dan SMK negeri, dengan pendanaan yang dialokasikan melalui anggaran pemerintah provinsi. Selain itu, Pemprov Sumut juga berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota untuk memastikan kebijakan ini berjalan efektif dan tepat sasaran.
Langkah tersebut disambut positif oleh masyarakat di daerah terdampak. Banyak orang tua mengaku terbantu karena beban ekonomi pascabencana cukup berat, sementara kebutuhan pendidikan anak tetap harus dipenuhi.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pemulihan jangka menengah, sekaligus investasi sumber daya manusia agar generasi muda tidak kehilangan kesempatan belajar akibat bencana yang terjadi di luar kendali mereka.
Dengan kebijakan ini, Pemprov Sumut berharap proses pemulihan tidak hanya berfokus pada infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga pada perlindungan masa depan anak-anak, yang menjadi fondasi pembangunan daerah ke depan.(red) *







