Apa Itu Resesi ?
Suatu negara dikatakan resesi ekonominya apabila Pertumbuhan PDB-nya itu negatif dalam 2 kuartal berturut-turut. Nah , apa lagi ini PDB negatif dan kuartal? tenang aja, saya akan coba jelasin satu per satu.
PDB (Produk Domestik Bruto)
Di Indonesia ada banyak banget jenis usaha, baik yang jualan barang, maupun jualan jasa. Misalnya kamu beli ciki Chuba sekantong isinya 20, totalnya Rp20,000 di Pasar. Nah PDB alias produk domestik bruto kita akan bertambah 20rb. Kemudian setelah dari pasar kamu pulang ke rumah naik Ojek online harganya 15rb.
Maka PDB kita juga akan nambah 15rb.
Jadi dari kegiatan kamu barusan, PDB Indonesia alias PDB kita itu nambah 35 ribu rupiah.
Nah semua jenis usaha itu, baik jualan tanaman, ikan-ikanan, pakaian, makanan dan minuman, termasuk pemerintah yang jualan batu bara, minyak dan segala macam itu semua akan terdata dan masuk ke dalam perhitungan PDB.
Dengan catatan semua kegiatan itu terjadi di ruang lingkup Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.
Jadi, kalau kalian lagi di Malaysia terus beli Ayam Goreng itu nggak masuk ke PDB Indonesia. Masuknya ke PDB Malaysia.
Ini adalah konsep Produk Domestik Bruto yang sangat disederhanakan. Supaya kalian sedikit kebayang PDB itu cara ngitungnya kayak gimana.
Siapa yang ngitungin PDB? Ada lah pokoknya saya juga gak tau siapa, yang pasti orang-orang handal yang ada di Badan Pusat Statistik.
Kalau mau lebih lengkapnya dan lebih benernya tentang pengertian dan cara ngitung PDB, kamu baca aja tuh buku ekonomi atau sekalian ambil kuliah jurusan ekonomi. Pasti lebih bener.
Jangan nyari di YouTube.
PDB yang lebih kecil dari tahun sebelumnya bisa menjadi 1 indikator bahwa keadaan ekonomi suatu negara lagi kenapa-napa.
Itulah yang terjadi di tahun 2020 kemarin.
PDB kita turun 2.07% dibanding tahun 2019. Yang artinya pertumbuhan ekonomi kita negatif di tahun 2020. Alias bukannya bertumbuh, malah menurun.
Nah darisana pemerintah jadi bisa mengeluarkan kebijakan ekonomi yang dirasa sesuai dengan kondisi saat itu.
dari konsep PDB tadi harusnya kamu mulai kebayang nih, alasan pemerintah ngasih BLT dan Bansos yang jor-jor-an waktu awal pandemi. Biar semua orang masih bisa jajan, beli makanan, minuman, pakaian, taneman dll, biar roda ekonomi tetep berputar. Dari roda yang paling kecil, sedang, hingga roda yang besar. Yang ujung-ujungnya diharapkan PDB tahun itu nggak lebih kecil daripada tahun kemarin.
PDB yang menurun ini bisa jadi satu indikator bahwa daya beli masyarakat juga menurun. Nah, daya beli masyarakat yang menurun erat hubungannya dengan kesejahteraan yang menurun. Misalnya butuh beli beras, minyak, telur untuk makan, tapi gaada uangnya. Ya nggak bisa sejahtera dong. Ya nggak?.
Itulah fungsi BLT dan Bansos saat awal pandemi menyerang kemarin.
Biar roda ekonominya bergerak Gitu, Paham ya apa itu PDB dan kenapa PDB kalau bisa naik dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Balik ke resesi. PDB kita udah tau nih, PDB yang negatif juga kira kira udah kebayang lah ya.







