Medan — Ketua Perkumpulan Masyarakat Demokrasi 14 (PD14) Sumatera Utara, Muhri Fauzi Hafiz menilai jajaran Direksi Bank Sumut periode 2022–2025 layak diganti. Ia mengungkapkan sedikitnya enam alasan kuat yang menunjukkan lemahnya kinerja manajemen bank daerah tersebut.
Menurut Muhri, direksi saat ini lebih sibuk menjaga citra di hadapan Gubernur Sumut ketimbang memperbaiki kinerja internal.
“Mereka hanya menyampaikan laporan model Asal Bapak Senang (ABS) ke Gubernur,” ujar Muhri tajam.
Selain itu, ia menyoroti kenaikan rasio kredit bermasalah (NPL Gross)pada September 2025 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan manajemen risiko Bank Sumut melemah.
Muhri juga mengungkapkan, hak pegawai berupa Bankes tidak dibayarkan, sementara direksi justru tetap mengambil tentiem atau bonus tahunan.
“Pegawai dikorbankan, direksi berpesta bonus,” sindirnya.
Tak berhenti di situ, ia menilai Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Sumut kini hidup segan mati tak mau tanpa ada inovasi dan perhatian dari jajaran direksi.
Hal lainnya, Muhri menuding direksi tidak berani tampil menjelaskan persoalan publik secara terbuka khususnya kepada media.
“Mereka selalu lempar batu sembunyi tangan, bersembunyi di balik Gubernur Bobby Nasution ketika dikritik publik,” pungkasnya.
Yang ke-6 dan terkahir berdasarkan temuan BPK RI Perwakilan Provinsi Sumatera Utara Nomor 97/LHP/XVIII.MDN/12/2023 tentang LHP Kepatuhan Atas Pengelolaan Kredit Tahun Buku 20222 sd Triwulan lll 2023. Muhri Fauzi Hafiz menemukan banyak terjadi dugaan penyalahgunaan wewenang dan tanggung jawab pengurus (Dewan Direksi) yang tidak berjalan sesuai ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Temuan BPK itu jelas mengindikasikan adanya penyimpangan dan pelanggaran hukum berat, sehingga aparat penegak hukum juga harus berani memeriksa semua jajaran direksi.”Ungkapnya.
Muhri berharap, Gubernur Sumut, Bobby Nasution selaku pemegang saham pengendali dapat segera melakukan evaluasi menyeluruh dan perombakan direksi demi mengembalikan kepercayaan publik terhadap Bank Sumut.
Terpisah, Plt. Direktur Utama Bank Sumut Syafrizalsyah memilih irit bicara saat dikonfirmasi soal isu tersebut. Ia hanya mengarahkan agar awak media berkomunikasi melalui Sekretaris Perusahaan PT Bank Sumut.
“Bisa melalui Sekretaris Perusahaan Bank Sumut, Pak,” tulisnya singkat saat dikonfirmasi lewat pesan WhatsApp.
Sementara itu, Humas dan Sekretaris Perusahaan Bank Sumut serta Direktur Kepatuhan yang turut dihubungi melalui pesan WhatsApp tak memberikan respons. Hingga berita ini diturunkan, ketiganya kompak bungkam.







