smsi

Nani Wijaya Dilarikan Ke Rumah Sakit Karena Sesak Napas, Pakai Tabung Oksigen Tak Mempan


Nani Wijaya Dilarikan Ke Rumah Sakit Karena Sesak Napas, Pakai Tabung Oksigen Tak Mempan

Kronologi Kejadian

Pada tanggal 17 Juni 2021, Nani Wijaya, seorang ibu rumah tangga yang tinggal di daerah Puri Indah, Jakarta Barat, tiba-tiba mengalami sesak napas yang sangat parah. Keluarga langsung membawa Nani ke rumah sakit terdekat.

Sesampainya di rumah sakit, Nani langsung diperiksa oleh dokter dan diketahui bahwa tingkat oksigen di dalam tubuhnya sangat rendah. Oleh karena itu, dokter memberikan tabung oksigen agar Nani dapat bernapas lebih lancar.

Namun, beberapa saat setelah menggunakan tabung oksigen, kondisi Nani justru semakin buruk. Nani kesulitan untuk bernapas dan mengalami detak jantung yang tidak stabil.

Penanganan medis

Dalam keadaan darurat, dokter memutuskan untuk melakukan intubasi pada Nani. Intubasi merupakan prosedur medis yang menggunakan alat untuk membantu pasien bernapas jika dia kesulitan untuk bernapas sendiri.

Setelah intubasi berhasil dilakukan, Nani langsung dipindahkan ke unit perawatan intensif (ICU). Selama beberapa hari, Nani menjalani perawatan intensif dan kondisinya akhirnya mulai membaik.

Penyebab sesak napas

Setelah dilakukan beberapa tes, dokter menemukan bahwa sesak napas yang dialami oleh Nani disebabkan oleh serangan asma yang sangat parah. Asma adalah kondisi peradangan kronis pada saluran napas yang bisa menyebabkan sesak napas dan batuk.

Untuk mencegah serangan asma yang lebih parah di masa depan, dokter memberikan pengobatan dan menyarankan Nani untuk menghindari faktor pemicu seperti debu dan polusi.

Kesimpulan

Sesak napas yang dialami oleh Nani Wijaya merupakan kondisi medis yang sangat serius dan memerlukan penanganan yang cepat dan tepat. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai hal seperti asma, penyakit jantung, atau infeksi paru-paru.

Jika Anda mengalami keluhan sesak napas yang sering terjadi atau semakin parah, segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk mendapat pengobatan yang tepat. Jangan menunda-nunda untuk menghindari komplikasi yang lebih serius di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *