Medan – Relawan Rico Waas & Zaki (RANZ) menyesalkan pernyataan mantan Wakil Wali Kota Medan, Aulia Rahman, yang dalam potongan video podcast menuding Wali Kota Medan Rico Waas melakukan plagiat terhadap visi dan misinya.
Ketua RANZ Medan, Ibrahim, menyebut pernyataan Aulia Rahman tersebut tidak etis, apalagi di tengah situasi Medan yang sedang diguncang bencana banjir dan membutuhkan solidaritas semua pihak.
Saat semua fokus membantu warga yang terdampak banjir, Aulia Rahman malah muncul dengan narasi soal plagiat visi misi. Ini bukan hanya tidak tepat waktu, tapi juga bernuansa narsis dan mencari panggung,” ujar Ibrahim di Medan, Kamis (11/12/2025).
Ia menegaskan, tudingan Aulia tidak berdasar dan justru bertolak belakang dengan penjelasan Aulia sendiri dalam video, di mana ia menyebut pernah berdiskusi dan ‘memberikan’ gagasan tersebut kepada Rico Waas.
“Kalau dia bilang pernah kasih ide secara langsung, bagaimana mungkin itu disebut plagiat? Aneh sekali logikanya. Definisi plagiat saja dia salah menyampaikan,” tegas Ibrahim.
Ibrahim menambahkan, Rico Waas dikenal sebagai pemimpin berintegritas yang berkomitmen membangun Kota Medan. Karena itu, tuduhan plagiat dinilai sebagai serangan personal yang tidak relevan dan tidak produktif.
Mengutip Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), “plagiat” adalah pengambilan karangan, pendapat, atau karya orang lain lalu mengakuinya sebagai milik sendiri tanpa izin dan tanpa menyebutkan sumber.
“Jadi jelas, tudingan Aulia Rahman itu tidak sesuai fakta, tidak sesuai definisi, dan justru memperlihatkan ketidaktepatan pemahamannya sendiri,” tutup Ibrahim.







