Shiba Inu, salah satu cryptocurrency yang paling populer di dunia, telah menjadi buah bibir di kalangan penggemar crypto sejak pertama kali diperkenalkan pada April 2020. Muncul dengan nama yang sama dengan anjing kecil yang lucu dan menggemaskan, cryptocurrency ini telah menarik perhatian banyak orang dengan potensi keuntungan yang bisa didapat dari investasi di dalamnya. Namun, spekulasi terbaru yang beredar di kalangan penggemar crypto adalah bahwa pendiri Shiba Inu adalah Thomas Greco, seorang orang dekat Vitalik Buterin, pendiri Ethereum.
Spekulasi ini terutama didasarkan pada fakta bahwa Shiba Inu memiliki banyak kesamaan dengan Dogecoin, cryptocurrency lainnya yang menjadi sangat populer karena Lawak Meme Doge. Dogecoin didirikan oleh Billy Markus dan Jackson Palmer pada tahun 2013, dan keduanya telah meninggalkan proyek itu pada tahun 2015. Sejak saat itu, Dogecoin telah dilakukan oleh komunitas terbuka yang dipimpin oleh pengembang teknologi dan pengguna.
Namun, ada banyak kebingungan tentang siapa yang sebenarnya mendirikan Shiba Inu, dan mengapa cryptocurrency ini tumbuh begitu cepat dengan populasi pengguna yang besar. Hal ini memunculkan spekulasi bahwa Thomas Greco sebenarnya adalah orang di balik Shiba Inu.
Menurut beberapa sumber, Thomas Greco adalah pendiri Shiba Inu dan mengembangkannya sebagai alternatif untuk Dogecoin. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Shiba Inu menawarkan banyak kesamaan dengan Dogecoin dalam hal konsep dan karakteristiknya. Namun, Thomas Greco belum mengambil tanggung jawab resmi sebagai pendiri Shiba Inu atau mengkonfirmasi spekulasi itu.
Thomas Greco sendiri sebenarnya adalah seorang pengusaha teknologi dan kreatif yang memiliki keterkaitan dengan Vitalik Buterin, pendiri Ethereum, sejak lama. Vitalik Buterin sangat dikenal di kalangan komunitas crypto karena kontribusinya yang besar terhadap pengembangan blockchain dan cryptocurrency. Dalam industri pengembangan cryptocurrency, Vitalik Buterin dibandingkan dengan Elon Musk dari teknologi.
Vitalik Buterin pertama kali bertemu dengan Thomas Greco ketika Greco menjadi konsultan untuk beberapa perusahaan blockchain yang didirikan Buterin. Greco kemudian menjadi salah satu orang terdekat Vitalik Buterin dan bergabung dalam tim pengembang Ethereum.
Namun, Thomas Greco keluar dari Ethereum pada tahun 2016 untuk memulai proyek lain, termasuk beberapa proyek blockchain dan cryptocurrency. Salah satu proyek yang dikembangkannya adalah Shiba Inu, yang diyakini menjadi salah satu dari banyak proyek yang dihasilkan oleh Greco.
Spekulasi bahwa Greco adalah pendiri Shiba Inu sebenarnya beredar saat banyak investor dan penggemar crypto mencari tahu lebih banyak tentang dampaknya yang mengesankan dalam jangka waktu yang singkat dan tingginya kemungkinan membawa keuntungan besar. Shiba Inu sudah menunjukkan kenaikan harga yang besar dan menjadi incaran para investor.
Shiba Inu memiliki token cryptocurrency-nya sendiri dengan nama SHIB, yang digunakan sebagai simbol jual beli pada platform perdagangan crypto – crypto exchange. Token ini menghadirkan salah satu fitur khusus yaitu untuk penggalangan donasi untuk blockchain Ethereum.
Keberhasilan Shiba Inu diperkirakan akan terus meningkat dan kata-kata tentang Thomas Greco akan terus menyebar. Spekulasi bahwa Greco adalah pendiri Shiba Inu mungkin hanya spekulasi, namun pesona dari Shiba Inu dan kesamaan konsep antara Shiba Inu dan Dogecoin, sepertinya cukup kuat untuk memperkuat spekulasi tersebut.
Sebagai kesimpulan, siapa yang sebenarnya memulai dan mendirikan Shiba Inu, mungkin memang masih menjadi pembicaraan di kalangan penggemar crypto. Namun, satu hal yang pasti, cryptocurrency ini memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan mungkin akan menjadi investasi yang menguntungkan bagi para investor di masa depan. Apapun spekulasi seputar pendirinya, Shiba Inu tetap menjadi cryptocurrency yang patut untuk dijajal.







