TikTok, platform media sosial populer, baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka akan melarang konten deepfake dan generasi AI pada platform mereka. Langkah ini diambil setelah kekhawatiran tentang potensi penyebaran informasi palsu menyebar di media sosial.
Deepfake adalah teknologi manipulasi video yang menggunakan kecerdasan buatan untuk membuat video palsu yang terlihat seolah-olah orang atau objek yang berbeda muncul di dalamnya. Teknologi ini sangat canggih dan penggunaannya semakin populer dalam beberapa tahun terakhir.
Namun, penggunaan deepfake dan teknologi generasi AI semakin memprihatinkan ketika digunakan untuk membuat konten yang merusak reputasi seseorang atau menyebarkan informasi palsu di media sosial.
TikTok menjadi sangat populer untuk video musik pendek dan kreasi pengguna. Namun, walaupun platform ini sangat populer, beberapa pengguna dengan niat jahat menggunakan teknologi deepfake dan generasi AI untuk membuat konten yang berbahaya dan merusak.
Langkah TikTok melarang konten deepfake dan AI-generated senada dengan tindakan serupa yang diambil oleh platform media sosial lain. Fb, Twitter, dan YouTube sebelumnya melarang konten deepfake dan teknologi generasi AI pada platform mereka.
Keputusan TikTok untuk melarang konten deepfake dan AI-generated membawa dampak positif pada pengguna TikTok dan semua media sosial lainnya. Hal ini akan membatasi penyebaran informasi palsu di media sosial dan mengurangi potensi dampak negatif pada individu dan masyarakat.
TikTok sendiri berjanji untuk menanggapi laporan dari pengguna yang melaporkan konten yang melanggar aturan baru ini. Mereka juga akan menggunakan teknologi kecerdasan buatan untuk mendeteksi dan menghapus konten deepfake dan AI-generated yang ditemukan di platform mereka.
Namun, TikTok juga mengakui adanya keuntungan komersial yang mungkin terkait dengan konten deepfake dan AI-generated yang muncul di platform mereka. Untuk mengatasi ini, mereka telah memperkenalkan program uji coba reklamasi, yang memberi pengguna kesempatan untuk menerbitkan iklan dengan harga yang lebih rendah atas layanan mereka. Program ini dirancang untuk memberikan pendapatan tambahan bagi pengguna sambil meminimalkan jumlah konten yang melanggar aturan di platform.
Meskipun TikTok telah melarang konten deepfake dan AI-generated, itu tidak berarti semua konten yang tidak disukai oleh pengguna di platform sosial akan dilarang. Konten yang melanggar hukum atau yang tidak memenuhi persyaratan TikTok untuk konten yang pantas di platform masih dapat dilaporkan.
Keputusan TikTok untuk melarang konten deepfake dan AI-generated mencerminkan kekhawatiran tentang potensi dampak negatif teknologi pada masyarakat. Platform-media sosial harus mempertimbangkan dampak positif yang dapat mereka berikan pada masyarakat dengan menetapkan standar tinggi dan membatasi konten yang dapat berbahaya bagi individu dan masyarakat.
Seiring dengan langkah TikTok, masyarakat perlu diberi informasi tentang keamanan dan perlindungan privasi. Sejauh ini, tindakan TikTok adalah tindakan yang baik dalam mengurangi penyebaran informasi palsu dan pembuatan konten yang merusak di media sosial. Ini akan membantu melindungi masyarakat dari dampak negatif dan merusak informasi palsu yang bersifat teknologi yang bebas biru dan dapat menyebabkan kerugian besar pada masyarakat.
Oleh karena itu, sebagai pengguna media sosial yang baik, kita harus bersama-sama membatasi konten deepfake dan AI-generated sehingga tercipta lingkungan digital yang sehat dan memberikan manfaat bagi semua pengguna. Ini bisa dimulai dengan melaporkan konten yang merusak dan salah alamat di platform yang kita gunakan dan dengan meningkatkan kesadaran akan bahayanya.







