De14dotcom, MEDAN – Di tengah gempuran tren musik modern yang silih berganti, sebuah kekuatan besar dari tanah Deli tetap berdiri kokoh menjaga marwah musik cadas. Twisted Sister, unit Classic Rock asal Medan yang digawangi oleh sang pendiri sekaligus vokalis, Rusdi, membuktikan bahwa distorsi murni dan semangat pemberontakan belum usai.
Membawa visi besar “Rock Never Dies”, band ini bukan sekadar bernostalgia, melainkan sebuah pernyataan sikap bahwa Medan tetap menjadi salah satu barometer rocker tangguh di Indonesia.
Formasi Solid dan Evolusi Identitas
Saat ditemui di Stadion Cafe Teladan yang juga salah satu cafe terkenal di Kota Medan, Minggu ( 23/02/2026), Rusdi bercerita tentang perjalanan Twisted Sister menuju titik stabil saat ini melewati fase seleksi alam yang krusial. Perubahan lini belakang terjadi ketika posisi bass dialihkan dari Fredy kepada Rudi, serta posisi drum yang kini dihuni oleh Tomi menggantikan Manda. Bersama Iqbal pada lead guitar, formasi ini telah mengukuhkan diri sebagai personel tetap yang siap menggetarkan panggung tanah air.
Nama “Twisted Sister” sendiri diambil sebagai bentuk penghormatan kepada raksasa rock asal Amerika Serikat yang satu era dengan Kiss. Pemilihan nama ini bukan tanpa alasan; ada spirit teatrikal dan energi meledak-ledak yang ingin mereka adaptasi ke dalam napas musik mereka sendiri.
Reuni Para Pejuang Festival
Kembalinya Rudi ke lini bass membawa warna tersendiri. Sebagai musisi yang dibesarkan di ekosistem festival rock era 90-an, ia membawa teknis dan disiplin panggung yang mumpuni.
”Saya kembali bergabung atas ajakan Rusdi untuk satu tujuan: memperkenalkan kembali kemegahan Classic Rock kepada masyarakat Medan yang mungkin sudah mulai haus akan distorsi berkelas,” ungkap Rudi.
Warisan Sang Legenda dalam Jari Iqbal
Salah satu kekuatan utama (pondasi) Twisted Sister terletak pada dentuman gitar Iqbal. Darah musik mengalir deras di tubuhnya sebagai putra dari gitaris legendaris Medan, Almarhum Marwis.
Kedekatan emosional dan musikalitas Iqbal juga terbentuk berkat bimbingan langsung dari maestro gitar Indonesia, Ian Antono (God Bless).
“Sempat belajar langsung dengan Om Ian Antono saat Ayah masih hidup, apalagi waktu Godbless konser di Medan selalu dibawa Ayah untuk nonton,” kenang Iqbal.
Sentuhan didikan sang legenda itulah yang kini menjadikan permainan gitarnya sebagai pilar kokoh dalam komposisi musik Twisted Sister.
Misi Mengedukasi Generasi Muda
Di saat band beraliran Classic Rock mulai langka di Medan, Rusdi dan kawan-kawan justru memilih jalur ini untuk mengedukasi telinga generasi muda. Dengan repertoar yang merentang dari Hard Rock, Alternatif, hingga Rock n’ Roll, mereka menjadi jembatan antara masa kejayaan rock masa lalu dengan audiens masa kini.
Bagi Rusdi, Twisted Sister adalah bukti otentik bahwa Medan belum kehilangan taringnya.
“Mempertahankan genre ini adalah cara kami menunjukkan bahwa Medan adalah penghasil rocker berkualitas. Kami hadir untuk mereka yang rindu, dan kami ada untuk mereka yang baru ingin mengenal apa itu rock sejati,” tutup sang vokalis dengan tegas.(cil) *











