Baru-baru ini, muncul pernyataan dari beberapa negara di ASEAN bahwa mereka akan mulai menghindari penggunaan dolar Amerika Serikat dalam perdagangan mereka dengan negara lain. Hal ini terjadi sebagai reaksi terhadap kebijakan ekonomi Amerika Serikat yang dianggap tidak stabil dan berisiko merugikan negara-negara ASEAN.
Beberapa negara di ASEAN, seperti Indonesia, Thailand, dan Malaysia, telah mengadopsi kebijakan menghindari penggunaan dolar AS dalam perdagangan mereka dengan negara lain. Mereka mulai mencari alternatif baru yang lebih stabil dan aman, terutama mata uang regional seperti yuan China atau yen Jepang. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi resiko terhadap perubahan suku bunga dan fluktuasi mata uang yang terjadi akibat penggunaan dolar asing.
Para ahli ekonomi menyambut baik kebijakan ini dan menyatakan bahwa ini akan memberikan keuntungan bagi negara-negara ASEAN. Salah satunya adalah penurunan risiko perubahan kuatnya nilai tukar mata uang, serta terhindar dari kemungkinan kenaikan suku bunga AS. Selain itu, kebijakan ini juga mengurangi penggunaan dolar AS pada cadangan devisa yang dimiliki oleh negara-negara di ASEAN, yang selama ini selalu dipegang sebagai cadangan utama dari rupiah, baht, atau ringgit.
Namun, apakah ini berarti greenback siap terkapar? Jawabannya, belum tentu. Meski beberapa negara di ASEAN mengambil langkah untuk mengurangi penggunaan dolar AS, tetapi penggunaan dolar AS dalam perdagangan antar negara masih sangat penting dan besar. Terutama dalam perdagangan dengan negara-negara non-ASEAN seperti Amerika Serikat atau Eropa.
Selain itu, kebijakan ini juga dapat memicu reaksi dari pemerintah dan bisnis di Amerika Serikat yang dapat menyebabkan penggunaan dolar US turun secara signifikan. Sebelumnya, pemerintah AS juga telah memperingatkan negara-negara lain untuk tidak mengambil tindakan seperti itu karena dapat mempengaruhi stabilitas keuangan global dan memicu inflasi di negara mereka sendiri.
Namun, arah kebijakan yang diambil oleh ASEAN ini juga dapat menjadi sinyal bagi negara-negara lain untuk mulai mengadopsi alternative currency yang lebih stabil. Hal ini dapat memicu adanya pergeseran dalam sistem perdagangan global yang selama ini dikuasai oleh dolar AS. Faktor-faktor krusial seperti stabilitas ekonomi, kebijakan fiskal, dan kebijakan moneter akan semakin menjadi faktor utama dalam menentukan kurs mata uang di dunia.
Kendati demikian, keputusan ini tetap harus dilihat dari sisi positif dan negatifnya. Pengurangan penggunaan dolar AS dalam perdagangan regional ASEAN memang dapat mengurangi risiko fluktuasi mata uang, tetapi juga berdampak pada kekuatan ekonomi Amerika Serikat. Hal ini dapat memicu dampak yang lebih luas pada perekonomian dunia yang mengandalkan mata uang global sebagai alat transaksinya.
Akibatnya, kebijakan yang diambil oleh negara-negara di ASEAN ini harus menjadi pertimbangan yang matang sebelum diimplementasikan. Penting untuk mengetahui karakteristik dan pasar potensial dari masing-masing mata uang alternative yang tersedia untuk digunakan. Sebab, kebijakan yang diambil akan sangat berpengaruh terhadap kinerja ekspor dan impor dari tiap negara.
Terlepas dari kebijakan yang diambil, kompetisi antara mata uang global di masa depan diperkirakan bakal semakin ketat. Negara-negara yang mampu mengadopsi dan mengadaptasi diri dengan cepat terhadap kecenderungan global akan mampu memperoleh keuntungan terbaik. Sebab, di era globalisasi, ketangkasan dalam beradaptasi akan menjadi kunci keberhasilan suatu negara dalam membangun perekonomiannya.
Sebagai kesimpulan, kebijakan ASEAN untuk mengurangi penggunaan dolar AS dalam perdagangan mereka dapat mengurangi risiko fluktuasi mata uang. Namun, hal ini juga mempengaruhi kekuatan ekonomi Amerika Serikat. Oleh karena itu, kebijakan yang diambil harus disesuaikan dengan karakteristik dan potensi tiap mata uang yang dijadikan alternative. Selain itu, ketangkasan dalam beradaptasi akan menjadi kunci sukses suatu negara dalam membangun perekonomiannya di masa depan. So, kebijakan ASEAN bakal tak pakai dolar AS, greenback siap terkapar? Segera kita saksikan!







