ads

Goldman Sachs: Dolar AS Tetap Kuat, Kendati Terancam Mata Uang Lain


Bagaimana Goldman Sachs memprediksi kekuatan dolar AS di masa depan meski terancam oleh mata uang lain?

Kekuatan dolar Amerika Serikat (AS) menjadi perbincangan hangat dunia saat ini. Mata uang yang dicap sebagai “King of Currency” ini telah membuktikan kekuatannya sejak beberapa tahun lalu, dan hingga kini tetap menguat meski terdapat ancaman dari mata uang lain.

Menurut Goldman Sachs, salah satu bank investasi terkemuka di dunia, dolar AS masih merupakan mata uang yang paling dominan dan kuat di tengah lingkungan ekonomi global yang kian tidak pasti. Keberhasilan dolar AS dalam mempertahankan kekuatannya ini adalah hasil dari beberapa faktor penting.

Pertama, perekonomian AS saat ini tengah mengalami pertumbuhan yang kuat. Data terbaru menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat mencapai angka 6,4 persen pada kuartal pertama tahun ini. Angka ini merupakan pertumbuhan tertinggi dalam waktu satu dekade terakhir.

Pertumbuhan ini didorong oleh program stimulus pemerintah Amerika Serikat yang cukup agresif selama masa pandemi, dan kini menjadikan AS sebagai salah satu negara yang paling cepat keluar dari krisis.

Selain itu, kebijakan moneter AS yang terus didukung oleh bank sentralnya, Federal Reserve, juga menjadi faktor penting dalam menjaga kekuatan dolar. Fed telah mempertahankan suku bunga nol selama lebih dari setahun, yang secara signifikan mengurangi risiko inflasi dan memperkuat kepercayaan investor pada perekonomian AS.

Kondisi geopolitik global juga mendukung kekuatan dolar AS. Meski China tengah mencoba untuk mengejar hegemoni ekonomi global dengan menggantikan posisi dolar dengan yuan, namun faktanya dolar masih menjadi mata uang utama dalam perdagangan internasional. AS juga memiliki hubungan yang kuat dengan beberapa negara-negara maju seperti Kanada, Jepang, dan Australia, yang membantu mempertahankan kepercayaan dunia pada dolar.

Namun, ancaman terhadap dolar AS tetap ada. Di antaranya adalah nilai tukar dari mata uang lain seperti euro dan yen yang terus menguat. Selain itu, inflasi juga menjadi faktor yang harus diperhatikan, meskipun pemerintah AS dan Fed telah bergeming dalam menaikkan suku bunga untuk sementara waktu.

Dalam kondisi seperti ini, Goldman Sachs merekomendasikan agar investor mempertahankan posisi dolar AS dalam portofolio mereka. Bank investasi tersebut memprediksi bahwa dolar AS masih akan menguat dalam jangka panjang meskipun terdapat ancaman dan fluktuasi nilai tukar yang tidak bisa dihindari.

Secara keseluruhan, kekuatan dolar AS telah terbukti dan diprediksi akan terus bertahan dalam waktu yang cukup lama. Meski terdapat ancaman dan fluktuasi nilai tukar dari mata uang lain, namun pertumbuhan ekonomi dan kebijakan moneter AS yang kuat, serta faktor geopolitik global yang mendukung, membuat dolar AS tetap menjadi mata uang yang sangat dominan dan menarik bagi investor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *