ads

Aktivis 98 : Prabowo Di Fitnah Hanya Diam Karena Tidak Ingin Indonesia Terpecah Hanya Karena Pilpres

Medan – Semenjak Prabowo-Gibran mendeklarasikan diri sebagai pasangan Capres-Cawapres pada pilpres 2024, bertubi tubi serangan di tujukan kepada pasangan yang di usung oleh Koalisi Indonesia Maju.

Prabowo pernah di tuduh mencekik dan menampar salah seorang wakil mentri yang akhirnya di klarifikasi oleh yang bersangkutan tidak benar, di tuduh gagal dalam program food estate, di beritakan stroke serta tuduhan pelanggar HAM yang datang setiap 5 tahun sekali.

Kemudian Cawapres Gibran Rakabuming juga tidak luput dari hujatan dari pesaingnya, di beritakan ijazahnya palsu mirip seperti yang pernah di arahkan ke Jokowi saat pilpres 2019 dan yang terbaru para Buzzer memviralkan salah ucap Gibran tentang asam folat menjadi asam sulfat.

Aktivis 98 Muhammad Ikhyar Velayati menilai Capres-Cawapres Prabowo-Gibran tidak merespon serangan yang massif tersebut agar tidak terjadi perpecahan sesama anak bangsa hanya karena pilpres.

” Kenapa Capres-Cawapres Prabowo-Gibran hanya diam dan tidak menyerang balik ketika di fitnah lawan politiknya, karena Prabowo seorang patriot dan kesatria, beliau tidak ingin bangsa ini saling bermusuhan dan terpecah belah hanya karena pilpres, justru sikap diam dan mengalah tersebut mendapat apresiasi dan simpati dari masyarakat, khususnya generasi milineal dan Gen Z,” kata Ikhyar dalam rilis tertulisnya,Minggu (10/12).

Ikhyar mengatakan kesabaran pasangan Prabowo-Gibran tidak merespon serangan yang di lakukan para Buzzer politik justru membuahkan hasil yang luar biasa.

” Coba lihat hasil survey saat ini, hampir semua lembaga survey menempatkan pasangan Prabowo-Gibran pada posisi teratas, bahkan jika pilpres di lakukan saat ini pasangan NO urut dua akan menang satu putaran,” ungkap ikhyar.

Ikhyar menambahkan, buah kesabaran pasangan Prabowo-Gibran dari fitnah yang menerpa memunculkan simpati dan respek dari masyarakat

” Mungkin ini hadiah dari Tuhan karena sabar menghadapi segala cobaan dan fitnah yang menerpa,” tutur Ikhyar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *