smsi

Berita Bitcoin Hari Ini: 3 Alasan Harga BTC Melejit hingga Potensi Jadi US$27 Ribu

Harga Bitcoin (BTC) selalu menjadi sorotan publik di dunia investasi. Pada beberapa waktu terakhir, harga tersebut kembali menunjukkan kenaikan yang signifikan dan melonjak hingga mencapai level US$27 ribu. Ada beberapa faktor yang membuat harga Bitcoin meningkat secara drastis, dan beberapa di antaranya akan dibahas dalam artikel ini.

1. Permintaan Tinggi dari Institusi Keuangan Besar

Salah satu faktor yang menggerakkan harga Bitcoin adalah permintaan tinggi dari institusi keuangan besar. Banyak lembaga keuangan seperti hedge fund dan perusahaan investasi telah mulai mempertimbangkan Bitcoin sebagai bagian dari portofolio mereka. Ini membuka pintu bagi transaksi besar yang meningkatkan permintaan dan mendorong harga naik.

Salah satu contoh nyata adalah MicroStrategy, sebuah perusahaan yang membeli sekitar 38.250 BTC senilai lebih dari US$1 miliar pada Agustus 2020. Keputusan itu dilakukan untuk memanfaatkan potensi pertumbuhan jangka panjang Bitcoin sebagai aset digital yang berharga. Sejak saat itu, beberapa perusahaan investasi besar seperti Square dan PayPal juga telah mulai mengambil posisi di Bitcoin dan menambah tekanan permintaan pada pasar.

2. Pengurangan Stok Bitcoin

Bitcoin memiliki jumlah maksimal 21 juta koin yang akan diedarkan di pasar. Namun, penambangan Bitcoin membutuhkan waktu dan energi yang banyak. Seiring bertambahnya jumlah Bitcoin yang ditambang, pengeluaran tenaga dan waktu yang dibutuhkan juga semakin besar. Oleh karena itu, setiap empat tahun sekali, algoritma Bitcoin dirancang untuk memotong reward bagi para penambang sebagai cara untuk menjaga jumlah pasokan di pasar.

Pada Mei 2020, reward untuk penambang Bitcoin di potong setengahnya. Dalam hal ini, perbaikan ekonomi di sektor Bitcoin memerlukan waktu yang lebih lama, sementara permintaan dari investor tetap tinggi. Hasilnya adalah peningkatan harga; para investor yang terus mencari Bitcoin sebagai aset investasi ditekan oleh permintaan yang lebih kecil.

Menjelang akhir tahun 2020, Bitcoin sedang mengalami kenaikan, dan pada saat itu harga Bitcoin bahkan mencapai puncak tertinggi pada level US$27 ribu.

3. Gejolak di Pasar Saham Internasional

Pasar saham global selalu bergerak dalam tingkat inflasi dan deflasi yang berbeda, bergantung pada faktor-faktor ekonomi yang terjadi di negara-negara tertentu. Salah satu contoh terkini adalah kondisi ekonomi yang tidak menentu di masa pandemi COVID-19.

Banyak investor sedang mencari cara untuk menghindari inflasi dan deflasi di pasar saham yang tidak stabil. Sebagai alternatif, investor beralih ke Bitcoin dan cryptocurrency lainnya sebagai cara untuk melindungi nilai aset mereka dan menghindari risiko inflasi.

Seperti yang kita lihat, beberapa faktor tersebut membuat harga Bitcoin melejit hingga mencapai level US$27 ribu. Namun, harus diingat bahwa harga Bitcoin sangat rentan terhadap volatilitas dan bisa membawa risiko yang tinggi bagi para investor. Oleh karena itu, setiap keputusan investasi harus selalu didasarkan pada riset dan analisis yang mendalam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *