Labura –Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution berjanji melakukan pembenahan infrastruktur khususnya jalan di Wilayahnya. Kali ini, mantu Presiden ke-7 RI Joko Widodo itu meninjau jalan rusak yang menghubungkan Labuhanbatu Utara–Toba.
Bobby memastikan perbaikan ruas jalan tersebut akan dimulai tahun ini, meski pengerjaannya dilakukan bertahap hingga 2026.
“Tahun ini kita kerjakan di Labura sekitar 3,1 Km. Sedangkan ruas Silimbat–Parsoburan di Toba akan dikerjakan awal tahun 2026, karena tingkat kerusakannya lebih berat dan waktu pengerjaan tinggal tiga bulan lagi,” ujar Bobby saat meninjau jalan Labura–Toba di Desa Cinta Damai, Kecamatan Nassau, Toba, Kamis (25/9/2025).
Namun, janji tersebut mendapat sorotan tajam dari aktivis Fahrulrozi Harahap, alumni UMN Al-Washliyah sekaligus mantan Bendahara Himmah Medan. Ia mengingatkan bahwa kunjungan Gubernur jangan sekadar menjadi gaya pencitraan politik.
“Kunjungan ini melahirkan harapan baru bagi masyarakat. Tapi jangan sampai hanya jadi lifestyle belaka. Kita masih ingat kasus Jalan Sipiongot di Paluta, yang awalnya digembar-gemborkan akan diperbaiki tapi akhirnya batal karena ulah anak buahnya sendiri hingga berujung OTT KPK,” tegas Fahrul.
Menurutnya, gaya Bobby yang energik meninjau jalan rusak memang menarik perhatian publik. Namun, tanpa pengawasan ketat, peninjauan hanya akan menjadi etalase politik yang berujung kekecewaan rakyat.
“Gubernur harus tegas agar pembangunan Jalan Labura–Toba benar-benar terlaksana, bukan jadi ladang korupsi. Jangan jatuh di lubang yang sama. Jika kasus OTT kembali terulang, Bobby perlu muhasabah diri, karena anak buah tidak mungkin berani melawan perintah atasan kecuali ada ruang yang dibiarkan,” sindir Fahrul.
Sebelumnya, kasus korupsi Jalan Sipiongot mencoreng wajah Pemprov Sumut. Dalam persidangan OTT yang menyeret Topan Ginting, Sekretaris Dinas PU Sumut Haldun mengakui bahwa proyek tersebut sejak awal cacat prosedur.
“Harusnya perencanaan dulu, baru peninjauan lapangan,” ucap Haldun di hadapan majelis hakim PN Tipikor Medan, Rabu (24/9/2025).
Janji Bobby kali ini di Labura akan menjadi ujian, apakah benar untuk rakyat atau sekadar mengulang pola lama pencitraan, proyek mangkrak, lalu skandal korupsi.







