De14dotcom, MEDAN – Tokoh Sumatera Utara, HM Nezar Djoeli, menjadi salah satu narasumber utama dalam kegiatan Seminar dan Kajian Dewan Pimpinan Daerah Mahasiswa Pancasila (DPD MAPANCAS) Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026 yang digelar pada Rabu (20/5/2026), di Ball Room Focal Point Medan.
Kegiatan yang diikuti oleh DPD Mahasiswa Pancasila Sumatera Utara ini mengusung tema besar “Peran Mahasiswa dalam Memperkuat Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Emas 2045.”
Seminar ini diikuti oleh puluhan mahasiswa yang berasal dari beberapa kampus di Kota Medan, seperti Sekolah Tinggi Agama Islam Sumatera (STAIS) pengajar, dan masyarakat umum. Acara ini juga menghadirkan perwakilan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, KNPI Sumatera Utara, dan MAPANCAS Kabupaten Langkat,
Dalam forum tersebut, HM Nezar Djoeli yang juga Penasehat DPD MAPANCAS Sumut akan menyampaikan materi bertajuk “Peran Pemuda dan Mahasiswa dalam Pembangunan Sumatera Utara.”
Materi ini dinilai sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini, terutama dalam mendorong pembangunan daerah yang inklusif, berkelanjutan, dan berlandaskan nilai-nilai Pancasila.
Dalam penyampaiannya, HM Nezar Djoeli yang juga merupakan Ketua Harian DPP Himpunan Aktivis Rakyat Indonesia (HARI) mengajak para pemuda untuk mengenali potensi dan tantangan yang dihadapi khususnya dalam pembangunan di Sumatera Utara yang dipimpin anak muda yakni Bobby Nasution.
Ketua DPD MAPANCAS Sumut, Hendra Lesmana Ardi, S.Sos., MM, mengatakan kehadiran HM Nezar Djoeli diharapkan dapat memberikan inspirasi dan wawasan strategi bagi para peserta mengenai pentingnya kontribusi pemuda dan mahasiswa dalam pembangunan daerah.
“Beliau merupakan sosok yang memiliki perhatian besar terhadap kemajuan Sumatera Utara. Pemikiran dan pengalamannya tentu akan menjadi bekal berharga bagi mahasiswa untuk mengambil peran aktif dalam pembangunan,” ujar Hendra.
Sementara itu, Sekretaris DPD MAPANCAS Sumut, Muhammad Robima Awal, SH, MH, menegaskan bahwa seminar dan kajian ini merupakan bagian dari upaya organisasi untuk memperkuat pemahaman ideologi Pancasila sekaligus meningkatkan kapasitas intelektual kader dan mahasiswa di Sumatera Utara.
Menurutnya, mahasiswa harus mampu menjadi agen perubahan yang tidak hanya kritis, tetapi juga solutif dan memiliki komitmen yang kuat terhadap kemajuan daerah.
Seminar ini juga mendapat perhatian dari berbagai kalangan, termasuk unsur pemerintah daerah terutama dari Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution. sebagai simbol dukungan terhadap penguatan peran generasi muda dalam pembangunan Sumatera Utara.
Dalam Perayaannya, Ketua DPD MAPANCAS Sumut, Hendra Lesmana Ardi, S.Sos., MM berharap kegiatan ini menjadi wadah diskusi produktif yang dapat memperkuat idealisme, wawasan persahabatan, serta semangat pengabdian generasi muda demi terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Ia khususnya menyoroti tentang tantangan pemuda khususnya dunia media sosial.
“Pemuda hari ini ketika bangun tidur pasti melihat smartphone. Kalau kita melihat screen time anak muda hari ini mungkin minimal 5-6 jam,” ujarnya.
Di tengah itu semua, muncul pertanyaan apakah manusia yang mengendalikan media sosial atau media sosial yang mengendalikan manusia.
“Ada 3 langkah penting yang harus dilakukan pemuda hari ini, pertama ganti budaya Scrolling- jadi Deep learning. Jadikan internet jadi ruang kelas. Kedua, Berpindah jadi konsumen jadi kreator, Gunakan platform jadi portofolio kita dan ketiga miliki jempol pintar dan kecerdasan kuat,” ujarnya.
Selain itu, HM Nezar Djoeli, narasumber lain Boydo Panjaitan Ketua GAMKI Kota Medan dan Dr. Iqbal Ketua STAIS Medan serta narasumber dari KNPI Sumut.(*)







