ads

Kevin De Bruyne Diklaim Bakal Setara Xavi dan Iniesta Jika Lakukan ini


Apa yang membedakan Kevin De Bruyne dengan Xavi dan Iniesta dalam hal kemampuan bermain bola?

Kevin De Bruyne Diklaim Bakal Setara Xavi dan Iniesta Jika Lakukan Ini

Ketika kita membicarakan pemain sepak bola yang paling istimewa dalam beberapa dekade terakhir, Xavi Hernandez dan Andres Iniesta tentunya selalu masuk dalam daftar tersebut. Keduanya menjadi bagian vital dari kesuksesan Barceloa dan Spanyol pada tahun 2000-an sampai awal 2010-an. Namun, sebuah klaim menarik baru-baru ini muncul bahwa Kevin De Bruyne bisa setara dengan keduanya jika ia melakukan hal tertentu.

Pemain Belgia ini memang terkenal sebagai salah satu gelandang terbaik di dunia saat ini, dan performa apiknya di Manchester City sejak 2015 membuatnya semakin dihargai. Ia juga sering dijuluki sebagai “inisiator serangan”, diperkirakan karena kemampuannya dalam mencetak gol dan assist, serta mengatur umpan yang akurat dan cerdik.

Namun, Paul Dickov, mantan pemain Man City dan pemilik klub sepak bola Salford City, meyakini bahwa De Bruyne masih bisa mencapai level yang lebih tinggi lagi jika ia mengikuti jejak Xavi dan Iniesta.

“Jika Kevin De Bruyne bisa belajar dari Xavi dan Iniesta, ia akan menjadi lebih baik lagi. Xavi dan Iniesta satu atau dua tahun lalu berbicara tentang bagaimana mereka bermain seperti itu, mengatur tempo permainan, dan mengontrol bola di satu sisi lapangan,” kata Dickov dalam wawancara dengan TalkSPORT.

Dickov kemudian menunjukkan bahwa De Bruyne mungkin terlalu sering melakukannya sendiri, padahal jika ia bisa memperbaiki pengambilan keputusan saat menghadapi situasi sulit, maka ia akan jauh lebih efektif.

“De Bruyne menggunakan fisik dan kecepatannya untuk melewati banyak pemain, tetapi Xavi dan Iniesta mendapatkan kekuatan mereka dari kemampuan mereka untuk bermain dengan tenang dan terorganisir. Mereka memahami sehingga mereka mengambil keputusan yang bagus. De Bruyne mungkin harus belajar mengambil kembali bola dan menentukan kapan harus melewatinya,” jelas Dickov.

Hal ini bukanlah kritik yang tidak beralasan. De Bruyne memang dikenal sering melakukan dribble dan penetrasi saat ia memiliki bola, tetapi terkadang hal ini justru membuatnya gagal mencetak gol atau memberikan assist karena ia mengabaikan opsi umpan yang lebih baik. Misalnya, dalam pertandingan melawan Aston Villa pada Januari lalu, ia tampak kesulitan menemukan rekan satu timnya yang membantu membuat peluang, sehingga ia sendiri harus melepas tendangan yang akhirnya melebar dari sasaran.

Namun, jika De Bruyne benar-benar dapat memperbaiki kemampuannya dalam hal ini, maka ia akan menjadi pemain yang lebih mengerikan lagi bagi lawan-lawannya. Ia sudah terbukti mampu membawa City menjuarai beberapa trofi, tetapi jika bisa meniru Xavi dan Iniesta, ia bahkan bisa membuat City jauh lebih dominan dan memenangkan gelar Liga Champions.

Terlepas dari itu, tidak dapat dipungkiri bahwa De Bruyne sudah menjadi pemain yang sangat istimewa dan menjadi aset berharga bagi City maupun Timnas Belgia. Ia telah memberikan banyak momen indah untuk para penggemar sepak bola dan masih memiliki potensi yang besar untuk menjadi pemain yang lebih baik lagi. Kita bersama-sama menunggu bagaimana langkah selanjutnya dari De Bruyne untuk mencapai level tertinggi yang mungkin saja mencapai level Xavi Hernandez dan Andres Iniesta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *