Apa itu Kuartal ?
Dalam 1 tahun itu kan ada 12 bulan, Januari sampai Desember. Nah 12 bulan itu dipecah jadi 4 bagian. Januari-Maret itu kuartal 1. April-Juni itu kuartal 2, dst dst.
Jadi ada 4 kuartal.
Kuartal ini bisa disebut juga Triwulan. Jadi intinya sama sama per 3 bulan. Fungsinya apa? Selain bisa kita bandingkan PDB antara 1 tahun penuh dengan tahun sebelumnya. Bisa juga kita bandingkan antar kuartal gitu. Misalnya kuartal 1 2019 versus kuartal 1 2020, Kuartal 1 2019 katakanlah total PDB kita 100 Triliun. Kuartal 1 2020 102.97 triliun. Wah.. Aman, masih bertumbuh.
Masih +2.97% dibanding kuartal yang sama satu tahun yang lalu. Berarti kira-kira daya beli masyarakat masih aman dan Masih meningkat.
Di kuartal 2 2019, misalnya PDB Indonesia 100 triliun rupiah lagi. Lalu keluar laporan PDB kuartal 2 tahun 2020 itu 94.68 triliun rupiah. agak turun 5 triliun-an nih PDB kita. Alias turun 5.32% dibanding kuartal yang sama di tahun sebelumnya.
Ada apakah gerangan? kalau kita lihat di kuartal 2 tahun 2020, kita masih inget banget covid pertama di Indonesia itu ditemukan di Depok bulan Maret 2020, kemudian keluar peraturan Jangan keluar rumah per bulan Mei 2020.
Nah kan kejadian itu terjadi di sekitar kuartal 2 tahun 2020, April-Mei-Juni, Dimana orang-orang jadinya banyak yang kehilangan pekerjaan karena kejadian covid dan keluarnya peraturan itu.
Di satu sisi kita mau mengurangi penyebaran covid, di sisi lainnya jadi banyak yang gak bisa berangkat kerja.
Gak bisa nyari uang, hilang sumber pendapatan, jadinya berkuranglah daya beli sebagian masyarakat kita.
Di satu sisi lainnya orang orang yang ekonominya lebih mampu, misalnya mereka ada rencana beli mobil atau rumah di bulan Juni tahun 2020 jadi menahan kegiatan belinya. Beli mobil emang mau kemana? Orang gak boleh keluar rumah.
Beli rumah juga gimana? Mending uangnya disimpen dulu karena takut-takut terjadi kericuhan dan segala macam gitu. Nah Apakah roda ekonomi berputar kalau kayak gitu? Kan jawabannya: ya enggak! Roda kecil gak berputar, roda sedang gak berputar, roda besar juga akan ikutan gak berputar.
Inilah lagi-lagi alasan kenapa dengan hanya melihat angka PDB yang negatif secara kuartalan atau tahunan kita seakan akan bisa punya kesimpulan bahwa keadaan ekonomi suatu negara lagi kenapa-napa.












