Salah satu ibadah yang dilakukan selama bulan Ramadan adalah salat tarawih. Bagi umat Muslim, salat tarawih merupakan ibadah yang sangat penting dan menjadi kegiatan rutin yang dilakukan di setiap malam selama bulan suci Ramadan. Salat tarawih bisa dilakukan secara sendirian maupun berjamaah di masjid. Namun bagaimana sebenarnya niat dan tata cara salat tarawih berjamaah atau sendirian? Berikut penjelasannya:
Niat Salat Tarawih
Sebelum melakukan salat tarawih, tentu ada persiapan dalam bentuk niat. Niat salat tarawih sebenarnya cukup sederhana dan tidak berbeda jauh dengan niat salat pada umumnya. Niat salat tarawih dilakukan saat hendak memulai salat tersebut dan bisa dilakukan dengan cara membaca niat di dalam hati atau dengan ucapan lisan. Niat salat tarawih yang kita baca pada dasarnya hanya mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW, sesuai hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah RA sebagai berikut:
نَوَّيْتُ أَنْ أُصَلِّيَ رَكْعَتَيْنِ مِنَ التَّرَاوِيْحِ لِلَّهِ تَعَالَى
“Nawaitu an usalliya rak’ataini min at-tarawiihi lillahi ta’ala.”
“Saya berniat untuk melaksanakan shalat tarawih dua rakaat karena Allah Taala.”
Dalam niat tersebut, kita harus menjadikan Allah SWT sebagai tujuan utama dalam melakukan salat tarawih. Hal ini tentu sangat penting untuk memastikan bahwa ibadah kita benar-benar dilakukan dengan maksud yang tulus.
Tata Cara Salat Tarawih Berjamaah
Salat tarawih berjamaah biasanya dilakukan di masjid atau tempat-tempat tertentu yang sudah ditentukan oleh masyarakat sekitar. Untuk mengikuti salat tarawih berjamaah, kita tidak hanya perlu memahami tata cara salat sendirian, melainkan juga tata cara melaksanakan salat tarawih berjamaah. Berikut ini adalah tata cara salat tarawih berjamaah:
1. Berjalan menuju tempat salat
Saat waktu salat tarawih tiba, umat Muslim akan berjalan menuju tempat salat dan menyiapkan diri untuk melaksanakan ibadah. Di masa pandemi seperti sekarang ini, tentunya harus memperhatikan protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah seperti memakai masker, membawa sajadah pribadi, dan membawa botol air minum sendiri.
2. Membaca niat
Seperti telah dijelaskan sebelumnya, niat salat tarawih dilakukan sebelum memulai salat. Begitu sampai di masjid, umat Muslim bisa membaca niat salat tarawih seperti yang dijelaskan di atas.
3. Mendengarkan takbiratul ihram
Takbiratul Ihram adalah bacaan Allahu Akbar yang dilakukan sebelum memulai shalat. Di dalam salat tarawih berjamaah, takbiratul ihram dilakukan oleh imam dan jamaah harus mendengarkan bacaan tersebut.
4. Mengikuti gerakan imam
Imam berjalan di depan sebagai pemimpin salat dan jamaah yang mengikuti gerakannya. Gerakan salat tarawih berjamaah sama dengan salat tersebut dilakukan sendirian. Hanya saja, saat melakukan salat bersama imam, kita harus lebih memperhatikan gerakan imam agar tidak tersedu sendiri.
5. Membaca surat Al-Fatihah dan surat pendek
Di dalam salat tarawih, setelah ruku dan bangun dari ruku, imam membaca surat Al-Fatihah dan surat pendek. Jamaah harus mendengarkan bacaan imam dan juga bisa membaca surat Al-Fatihah dan surat pendek sendiri.
6. Tasyahud akhir dan salam
Setelah selesai membaca dua rakaat, imam akan membaca tasyahud akhir dan salam. Jamaah harus mengalahturkan tasyahud akhir dan salam bersama imam.
Tata Cara Salat Tarawih Sendirian
Selain salat tarawih berjamaah di masjid, salat tarawih sendirian juga dapat dilakukan di rumah. Untuk melakukan salat tarawih sendirian, tentunya kita perlu memahami tata cara salat tarawih yang sudah dijelaskan sebelumnya. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat melakukan salat tarawih sendirian, sebagai berikut:
1. Menentukan jumlah rakaat
Jumlah rakaat salat tarawih sendirian biasanya lebih fleksibel dibandingkan dengan salat tarawih berjamaah di masjid yang sudah ditentukan. Di rumah, kamu bisa menentukan sendiri jumlah rakaat yang ingin dilakukan sesuai dengan kemampuan dan keinginanmu.
2. Menyiapkan sarana dan prasarana
Sarana dan prasarana yang perlu disiapkan saat salat tarawih sendirian adalah sajadah dan misbaha atau tasbih. Sajadah digunakan sebagai alas salat dan misbaha bisa digunakan untuk menghitung jumlah zikir.
3. Menjadikan Allah sebagai tujuan utama
Bisa jadi kita lebih merasa nyaman saat melakukan salat tarawih sendirian karena tidak ada gangguan dan bisa berkonsentrasi dengan baik. Namun, kita harus tetap menjadikan Allah sebagai tujuan utama dalam melakukan ibadah agar selalu mendapat keberkahan.
Itulah tata cara salat tarawih berjamaah dan sendirian yang perlu dipahami oleh umat Muslim. Apapun pilihannya, baik salat tarawih di masjid maupun di rumah, yang terpenting adalah kita menjadikan Allah SWT sebagai tujuan utama dalam setiap ibadah yang dilakukan. Semoga kita selalu diberikan kekuatan dan kesehatan untuk melaksanakan salat tarawih selama bulan Ramadan dengan penuh keikhlasan.













