smsi

Pasar Murah Ramadhan Medan 2026: Antara Kebijakan Pro-Rakyat dan Bayang-Bayang Mafia Pangan

De14dotcom, MEDAN – Pemerintah Kota (Pemko) Medan resmi membuka gelaran Pasar Murah menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H. Peresmian yang dilakukan langsung oleh Walikota Medan Rico Waas pada Kamis (11/2/2026) di Kecamatan Medan Labuhan ini menjadi angin segar bagi masyarakat di tengah fluktuasi harga bahan pokok nasional.

​Namun, di balik seremonial tersebut, sorotan tajam datang dari elemen masyarakat sipil. Ketua Relawan RANZ Kota Medan, Ibrahim, memberikan peringatan keras agar program tahunan ini tidak menjadi “ladang perburuan” bagi para spekulan dan oknum yang mencari keuntungan pribadi.

Kritik Tajam: Pengalaman 12 Tahun Menjadi Dasar Peringatan

​Berbicara dalam konferensi pers di De Empat Belas Coffee, Jumat (13/2/2026), Ibrahim menegaskan bahwa pengawasan di lapangan seringkali menjadi titik lemah yang dimanfaatkan oleh oknum tertentu. Peringatan Ibrahim ini bukan tanpa alasan; ia merupakan sosok yang telah mengenyam pengalaman selama 12 tahun mengabdi di jajaran unit terkecil Pemko Medan.

​”Saya paham betul seluk-beluk dan ‘permainan’ di lapangan karena saya sudah 12 tahun berada di sistem pemerintahan terkecil Pemko. Saya tahu di mana celah-celahnya,” tegas Ibrahim.

Ibrahim dengan tegas mengimbau dan mengingatkan dengan sangat keras, Pasar Murah ini adalah hak masyarakat kurang mampu. Jangan sampai ada lagi oknum atau pihak ‘berduit’ yang memborong stok, sehingga saat masyarakat kecil datang, barang sudah langka atau habis.

Menagih Janji Ketegasan Walikota

​Ibrahim juga menyinggung instruksi Walikota Medan Rico Waas yang sebelumnya telah mewanti-wanti seluruh jajaran dinas terkait untuk menjaga integritas program ini. Mengingat pengalamannya di birokrasi, Ibrahim meminta agar pengawasan tidak hanya bersifat administratif di atas kertas, tapi harus fisik dan nyata.

​Tanpa Permainan Harga: Harga wajib sesuai label subsidi; tidak boleh ada “titipan” biaya tambahan.

​Filter Pembeli: Petugas harus jeli membedakan masyarakat yang membutuhkan dengan oknum tengkulak/orang mampu yang ingin memborong.

​Sanksi Tegas: Meminta Walikota memberikan sanksi administratif hingga pidana bagi petugas yang bekerja sama dengan spekulan.

​”Pak Wali sudah menegaskan, jangan ada yang bermain! Kami dari Relawan RANZ akan ikut mengawal. Dengan pengalaman belasan tahun di Pemko, saya tahu mana distribusi yang murni dan mana yang dipaksakan habis oleh oknum,” lanjutnya.

Analisis Konteks: Tantangan Inflasi 2026

​Berdasarkan tren ekonomi awal 2026, tekanan harga pangan masih menghantui. Pasar Murah seharusnya menjadi instrumen penyangga (buffer) daya beli. Jika pengawasan gagal akibat lemahnya integritas petugas di lapangan, maka subsidi ini hanya akan berpindah kantong ke pihak-pihak yang sudah mapan secara ekonomi.

​Kehadiran sosok seperti Ibrahim yang paham “anatomi” birokrasi bawah Medan diharapkan mampu menjadi penyeimbang agar program ini benar-benar menyentuh rakyat yang membutuhkan.(cil) *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *