- Saham: Saham merupakan salah satu aset investasi yang paling populer. Saham menyediakan kesempatan bagi investor untuk memiliki sebagian kepemilikan dari perusahaan yang menerbitkan saham tersebut. Saham memiliki tingkat resiko yang tinggi, namun juga dapat memberikan keuntungan yang tinggi jika perusahaan yang menerbitkan saham tersebut mengalami pertumbuhan yang signifikan.
- Obligasi: Obligasi merupakan surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau perusahaan untuk menghimpun dana. Obligasi memiliki tingkat resiko yang lebih rendah dibandingkan saham, namun juga memberikan keuntungan yang lebih rendah.
- Reksa dana: Reksa dana merupakan sekumpulan aset yang diinvestasikan oleh seorang manajer investasi. Investor dapat memilih reksa dana yang sesuai dengan tujuan investasi dan tingkat resiko yang dapat ditoleransi.
- Deposito: Deposito merupakan jenis investasi yang aman dan mudah diakses. Deposito memiliki tingkat resiko yang rendah namun juga memberikan keuntungan yang rendah.
- Properti: Properti dapat berupa rumah, tanah, atau bangunan komersial yang dijadikan sebagai aset investasi. Investasi properti memiliki tingkat resiko yang tinggi namun juga dapat memberikan keuntungan yang tinggi jika harga properti terus meningkat.
Pilihan aset investasi yang cocok harus disesuaikan dengan tujuan investasi, jangka waktu investasi, dan tingkat resiko yang dapat ditoleransi oleh investor. Sebaiknya, sebelum memutuskan untuk berinvestasi, investor harus memahami risiko dan keuntungan yang mungkin terjadi dan meminta saran dari ahli keuangan yang terpercaya.












