Medan – Persiapan konser bertajuk “Kolaborasi Harmoni & Nada” di Gedung Serba Guna (GSG) Pemprovsu Pancing, Medan, pada 9 November 2025, disorot tajam. Pasalnya, kegiatan yang akan menghadirkan musisi papan atas seperti Kahitna dan Ebiet G. Ade itu diduga dilakukan tanpa memperhatikan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Pantauan di lokasi, Kamis (6/11/2025), pekerja proyek panggung terlihat bekerja tanpa alat pelindung diri (APD). Mereka menaiki rangka besi setinggi beberapa meter tanpa helm pengaman, sabuk keselamatan, maupun sepatu kerja standar.
Lebih ironis lagi, tidak tampak rambu evakuasi atau tanda jalur penyelamatan darurat yang seharusnya wajib tersedia dalam setiap kegiatan berskala besar. Padahal, GSG Pemprovsu merupakan fasilitas milik pemerintah yang seharusnya menjadi teladan dalam penerapan keselamatan kerja.
Namun, ketika dikonfirmasi, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumut terkesan lepas tangan. Kasubbag Umum Dispora, Ricky Harianja, menolak menjawab substansi persoalan dan justru mengarahkan wartawan ke Unit Pelaksana Teknis (UPT) PKPO.
“Langsung ke UPT PKPO aja, Bang. Dari mereka izin pemakaiannya,” ujar Ricky singkat, seolah hendak melepaskan tanggung jawab.
Sementara itu, Kepala UPT PKPO, Haldun, membenarkan bahwa dalam dokumen yang diterima dari pihak Event Organizer (EO), tidak ada klausul mengenai standar K3.
“Yang tercantum hanya retribusi, kebersihan, dan izin keramaian. Tidak ada soal K3,” ujarnya tanpa menjelaskan lebih lanjut.
Keterangan tersebut menimbulkan pertanyaan besar: mengapa izin penggunaan gedung bisa terbit tanpa memastikan pemenuhan aspek keselamatan kerja?
Rahmasyah, aktivis buruh yang tergabung dalam Persatuan Buruh Peduli K3 Sumut menilai, kondisi ini mencerminkan lemahnya pengawasan internal pemerintah terhadap pemanfaatan aset publik. Apalagi, kegiatan tersebut berpotensi menarik ribuan penonton di ruang tertutup.
Abainya aspek K3 bukan hanya soal kelalaian administratif, tapi menyangkut nyawa manusia. Pemerintah daerah tidak bisa hanya menyewakan gedung tanpa memastikan keselamatan publik,” ujar.
Konser “Kolaborasi Harmoni & Nada” rencananya akan menampilkan perpaduan musisi lintas generasi, termasuk Kahitna, Ebiet G. Ade, dan Osen Hutasoit, dengan harga tiket mulai Rp300 ribu hingga Rp1 juta.
Namun di balik gegap gempita panggung, publik kini menyorot sisi lain: seberapa aman konser itu digelar di bawah pengawasan pemerintah yang justru tampak abai terhadap keselamatan pekerja dan penonton.













