De14dotcom, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menunjukkan komitmen serius terhadap penguatan pendidikan tinggi dan riset nasional dengan mengundang sekitar 1.200 guru besar, dekan, dan rektor bidang sosial humaniora dari perguruan tinggi negeri maupun swasta se-Indonesia ke Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Kamis pagi.
Dialog yang berlangsung di halaman tengah Istana Negara itu membahas arah pembangunan sumber daya manusia (SDM) Indonesia, penguatan riset, hingga strategi hilirisasi ilmu pengetahuan demi kesejahteraan rakyat.
Salah satu guru besar yang hadir dalam pertemuan tersebut adalah Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I Sumatera Utara, Prof. Saiful Anwar Matondang, PhD.
“Kami diminta untuk meningkatkan kualitas SDM melalui riset serta memahami dinamika geopolitik global. Presiden juga menegaskan bahwa kekayaan sumber daya alam Indonesia harus dikelola sesuai amanat UUD 1945 Pasal 33, yakni untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,” ujar Prof. Saiful kepada wartawan.
Ia menegaskan, Presiden Prabowo secara khusus menaruh harapan besar kepada para guru besar dan ilmuwan untuk mengembangkan riset terapan dan hilirisasi hasil penelitian agar berdampak langsung bagi kemajuan bangsa.
Salah satu kabar menggembirakan dari pertemuan tersebut adalah peningkatan anggaran riset nasional, dari sebelumnya Rp8triliun menjadi Rp12 triliun.
“Ini lonjakan yang sangat signifikan. Selama ini, porsi anggaran riset kita hanya sekitar 0,03 persen, sangat kecil dibandingkan negara berkembang lainnya. Dengan tambahan Rp4 triliun ini, kami berharap gairah dan produktivitas riset di kampus-kampus akan meningkat drastis,” ungkapnya.
Prof. Saiful juga menyampaikan kebanggaannya karena lima dari sepuluh perguruan tinggi unggul di Sumatera Utara turut diundang ke Istana Negara. Di antaranya Institut Kesehatan Deli Husada, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Universitas Prima Indonesia (UNPRI), Universitas Medan Area (UMA), dan Universitas Islam Sumatera Utara (UISU).
“Yang hadir bukan hanya rektor, tetapi juga para dekan sosial dan ekonomi. Ini sangat strategis untuk mensosialisasikan agenda besar Presiden, mulai dari swasembada pangan hingga hilirisasi riset di masing-masing kampus,” jelasnya.
Dorong Penambahan Fakultas Kedokteran dan Dokter Spesialis
Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo juga menitipkan pesan penting terkait kebutuhan tenaga kesehatan nasional. Pemerintah menargetkan penambahan sekitar 1.000 dokter dan dokter spesialis setiap tahun, khususnya untuk memenuhi kebutuhan layanan kesehatan di wilayah pedesaan.
“Ini dukungan luar biasa bagi pengembangan Fakultas Kedokteran. Setelah moratorium bertahun-tahun, sejak 2023 kita kembali diberi ruang untuk berkembang,” kata Prof. Saiful.
Ia menyebutkan, selama masa kepemimpinannya di LLDikti Wilayah I, telah terjadi penambahan lima Fakultas Kedokteran di Perguruan Tinggi Swasta dan satu di UNIMED, termasuk Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) UNPRI di Pekanbaru. Selain itu, beberapa program pendidikan dokter spesialis juga tengah diproses perizinannya
Universitas Prima Indonesia saat ini sudah memiliki delapan program studi spesialis, seperti jantung, radiologi, dan anestesi. Bahkan, secara nasional, hanya LLDikti Wilayah I yang mampu menambah enam fakultas kedokteran sekaligus serta delapan program spesialis,” ungkapnya.
Sementara itu, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara juga tengah memproses pembukaan program spesialis kedua.
“Mudah-mudahan dalam waktu dekat SK-nya segera terbit. Ini adalah langkah nyata untuk menjawab kebutuhan dokter dan spesialis di Indonesia,” pungkas Prof. Saiful. (red) *













