MEDAN – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Barisan Pemuda Intelektual (BPI)menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPD Partai Gerindra Sumatera Utara, menyuarakan dukungan terhadap sikap tegas Gubernur Sumut, Bobby Nasution, terkait polemik pemekaran wilayah yang mengemuka belakangan ini.
Dalam orasinya, massa aksi menegaskan bahwa kehadiran mereka bukan untuk menyerang Partai Gerindra, melainkan membawa harapan agar partai tersebut dapat menjadi solusi atas dinamika yang terjadi di Sumatera Utara.
“Keberadaan kami di sini bukan karena kebencian, tetapi karena harapan. Kami percaya Gerindra memiliki kekuatan untuk menjaga kondusivitas daerah,” ujar kordinator aksi Ricky Dalimunthe di tengah aksi.
Mahasiswa menilai, situasi Sumatera Utara saat ini harus tetap dijaga agar kondusif, sejalan dengan semangat menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Mereka juga menyoroti momen ketika Gubernur Sumut secara terbuka menegur Bupati Batubara terkait keterlibatannya dalam kepanitiaan pemekaran wilayah Provinsi Sumatera Pantai Timur.
Dalam tuntutannya, massa aksi menyampaikan dua poin utama. Pertama, mereka menyatakan dukungan penuh terhadap sikap tegas Bobby Nasution dalam menyikapi isu pemekaran wilayah yang dinilai belum menjadi prioritas saat ini.
Kedua, Barisan Pemuda Intelektual mendesak DPD Partai Gerindra Sumatera Utara untuk mengambil sikap tegas terhadap Bahar Siagian, yang diketahui menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina dalam panitia pemekaran wilayah Provinsi Sumatera bagian Pantai Timur.
Selain itu, massa aksi juga menyampaikan pesan kepada Presiden RI, Prabowo Subianto. Mereka meminta agar pemerintah pusat turut mencermati kondisi di Sumatera Utara, khususnya terkait langkah sejumlah kepala daerah yang dinilai terlalu dini mendorong agenda pemekaran wilayah.
Menurut mahasiswa, di tengah kondisi global yang masih penuh tantangan, fokus pemerintah daerah seharusnya sejalan dengan program prioritas nasional, termasuk mendukung agenda pembangunan yang tengah digencarkan pemerintah pusat.
“Ada kepala daerah yang belum lama menjabat, namun sudah mendorong pemekaran wilayah. Ini menjadi pertanyaan bagi kami, di mana prioritasnya? Saat ini seharusnya fokus membantu pemerintah pusat dalam pembangunan,” tegas Ricky.
Di akhir aksi, mahasiswa kembali mengapresiasi langkah Bobby Nasution yang dinilai berani menyampaikan teguran secara terbuka, sebagai bentuk pengingat kepada seluruh kepala daerah agar lebih memprioritaskan pembangunan dan kepentingan masyarakat.
Massa pun menegaskan bahwa saat ini bukan waktu yang tepat untuk membahas pemekaran wilayah, melainkan saatnya bekerja nyata untuk kemajuan daerah dan kesejahteraan rakyat.
Sementara itu, Wakil Ketua Gerindra Sumut, Said Siregar yang menemui masa menyebutkan, apa yang menjadi tuntutan dalam aksi unjuk rasa hari ini sepenuhnya akan disampaikan nanti kepada pimpinan untuk selanjutnya menjadi perhatian.







