smsi

Politeknik Unggul LP3M Medan Genap 25 Tahun, Siap Ekspansi Prodi Baru dan Cetak SDM Siap Kerja

MEDAN – Memasuki usia perak 25 tahun, Politeknik Unggul LP3M Medan menegaskan eksistensinya sebagai salah satu pilar pendidikan vokasi di Sumatera Utara yang konsisten mencetak tenaga kerja siap pakai.

Sejak berdiri pada 2001, kampus yang berlokasi di Jalan Kanal No. 10 Pasar VIII Bajak II, Marindal I, Deliserdang ini terus menjaga ritme sebagai lembaga pendidikan yang adaptif terhadap kebutuhan industri. Di tengah persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif, LP3M justru memilih tancap gas dengan rencana ekspansi program studi (prodi) baru pada tahun ini.

Dosen sekaligus staf LP3M, Hermansyah, menegaskan bahwa perjalanan 25 tahun bukan sekadar angka, melainkan bukti konsistensi dalam menjaga kepercayaan publik.

“Ini bukan hanya tentang bertahan, tapi bagaimana kami terus berkembang mengikuti kebutuhan pasar kerja. Penambahan prodi baru adalah langkah strategis,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).

Saat ini, LP3M mengelola enam program studi yang berorientasi pada kebutuhan industri, yakni Diploma 4 Akuntansi Perpajakan, serta Diploma 3 Akuntansi, Manajemen Informatika, Manajemen Pemasaran, Komputer Akuntansi, dan Administrasi Bisnis.

LP3M menekankan bahwa lulusan tidak cukup hanya mengandalkan ijazah. Kampus ini membekali mahasiswa dengan sertifikat kompetensi nasional sebagai nilai tambah agar mampu bersaing di pasar kerja.

Memasuki tahun akademik baru, LP3M juga membuka akses seluas-luasnya bagi calon mahasiswa melalui jalur reguler dan program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, sebagai bentuk komitmen terhadap pemerataan pendidikan.

Menjawab kebutuhan mahasiswa yang mayoritas sudah bekerja, sistem pembelajaran hybrid diterapkan secara efektif. Perkuliahan teori dilakukan secara daring untuk fleksibilitas, sementara praktik tetap dilaksanakan secara tatap muka guna memastikan penguasaan keterampilan teknis.

Keunggulan lain yang ditawarkan adalah tujuh sertifikasi keahlian, mulai dari kemampuan mengetik, TOEIC, hingga sertifikasi spesifik sesuai jurusan.

Mahasiswa semester akhir, Christhopel Bako (26), mengaku fasilitas tersebut menjadi daya tarik utama. Dengan biaya kuliah yang relatif terjangkau sekitar Rp5,5 juta per tahun, ia menilai LP3M menawarkan nilai kompetitif.

“Tidak hanya murah, tapi juga lengkap. Sertifikasi banyak, dosennya kompeten, dan akreditasinya jelas,” ungkapnya.

Hal serupa disampaikan Zulaikha Aprilianti (19), mahasiswi semester dua. Ia menilai fleksibilitas waktu kuliah serta lokasi kampus yang kini lebih dekat menjadi solusi bagi mahasiswa yang ingin kuliah sambil bekerja.

Dengan jumlah mahasiswa aktif sekitar 330 orang, LP3M optimistis mampu terus memperkuat perannya dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang siap bersaing, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *