Apa saja langkah praktis yang harus dilakukan untuk mengamankan cryptocurrency?
Cryptocurrency atau mata uang kripto telah menjadi salah satu bentuk aset digital paling populer di dunia saat ini. Menurut statistik dari situs CoinMarketCap, saat ini terdapat lebih dari 11 ribu jenis mata uang kripto yang beredar di dunia dengan nilai pasar total mencapai triliunan dollar. Namun, meskipun popularitasnya semakin meningkat, masih banyak orang yang belum tahu cara mengamankan aset kripto mereka.
Sebagaimana kita ketahui, mata uang kripto harus disimpan dengan cara yang aman dan terjamin privasinya karena risiko hacked sangat tinggi. Oleh sebab itu, berikut ini adalah beberapa panduan praktis mengamankan crypto Anda agar tidak mudah diretas oleh pihak yang tidak bertanggung jawab:
1. Gunakan Wallet yang Aman
Setelah membeli crypto, pilihlah wallet yang aman untuk menyimpan aset kripto Anda. Wallet crypto terdiri dari dua jenis, yaitu Hot Wallet dan Cold Wallet. Hot Wallet seperti mobile wallet, desktop wallet atau online wallet memberikan kemudahan dan kecepatan dalam bertransaksi namun sangat rentan terhadap serangan hacker. Sementara itu, Cold Wallet seperti hardware wallet atau paper wallet adalah cara yang paling aman untuk menyimpan crypto karena bersifat offline.
2. Perbarui Software Wallet secara Berkala
Jika Anda menggunakan software wallet, maka pastikan untuk selalu melakukan update ke versi yang terbaru karena seringkali terdapat perbaikan keamanan dari pihak pengembang yang harus diterapkan untuk mencegah adanya celah hacking.
3. Jangan Gunakan Password yang Mudah Ditebak
Gunakan kata sandi yang kompleks dan jangan gunakan yang sudah pernah digunakan sebelumnya di akun online Anda. Gunakan kombinasi huruf besar dan kecil, angka, tanda baca dan karakter khusus yang membuat password sulit ditebak oleh pihak lain. Selain itu, hindari juga penggunaan password yang terlalu pendek.
4. Simpan Seed Phrase dengan Aman
Seed phrase adalah kode kata-kata unik yang digunakan untuk mengakses wallet atau wallet recovery seed pada saat mengalami kesulitan login ke wallet. Seed phrase ini hanya boleh diketahui oleh Anda secara pribadi dan harus disimpan dengan aman. Jangan berbagi seed phrase dengan orang lain, terutama melalui email atau pesan online lainnya.
5. Buatlah Cadangan
Untuk menghindari risiko kehilangan akses ke wallet, pastikan untuk membuat backup wallet secara berkala. Cadangan ini dapat disimpan dalam bentuk file digital atau mencetaknya sebagai backup offline. Dalam hal apa pun, simpan backup dalam tempat yang aman dan mudah diakses jika sewaktu-waktu wallet di hack atau hilang.
6. Hindari Menyimpan Crypto di Exchanger
Meskipun mudah dan praktis, menyimpan crypto di exchanger seperti Binance, Coinbase, atau Bitfinex meningkatkan risiko kehilangan dana karena terjadinya hack pada exchanger. Karena itu simpan crypto di cold wallet atau hardware wallet yang lebih aman dan tidak terkoneksi dengan internet.
7. Selalu Berhati-hati dan Cermat
Hindari mengklik tautan atau link yang mencurigakan, jangan memberikan informasi pribadi seperti password dan seed phrase ke pihak lain, dan selalu periksa kembali alamat wallet sebelum melakukan transfer. Hal ini diperlukan untuk memastikan bahwa tidak ada kesalahan atau penipuan yang terjadi pada transaksi.
Itulah beberapa panduan praktis yang harus diikuti ketika Anda ingin mengamankan crypto Anda. Menerapkan langkah-langkah tersebut akan membuat aset kripto lebih aman dan terjamin privasinya. Ingatlah untuk selalu berhati-hati di setiap transaksi dan menjaga privasi informasi pribadi Anda. Dengan melakukan langkah-langkah ini, pengguna crypto bisa mengurangi risiko terjadinya hacking dan bisa berinvestasi lebih aman.







