advertisement pasang iklan disini
Uncategorized

Empat Unit Rumah Pensiunan PTPN ll di Emplasmen Helvetia Yang Bertahan Akhirnya Berhasil Dipindahkan 

Bagikan ke :

Deempatbelas.com,Medan – Setelah lebih dari setahun dilakukan dialog dan pendekatan kekeluargaan kepada empat pensiunan karyawan PTPN-2 yang menempati rumah dinas di Areal HGU 111 Emplasmen Kebun Helvetia, namun tidak direspon untuk menemukan jalan keluar terbaik, akhirnya pihak PTPN-2 mengosongkan 4 (empat) pintu rumah dinas yang ada di areal emplasmen kebun Helvetia tersebut Kamis pagi (25/11).

Satu persatu barang-barang keluarga pensiunan dikeluarkan dengan baik dan diangkut menggunakan mobil bak terbuka ke rumah yang sudah disiapkan untuk selanjutnya ditempati mereka.

pasang iklan disini

Tindakan pengosongan yang dilakukan Kamis pagi (25/11) sempat mendapat penolakan dari keluarga pensiunan yang selama ini menempati rumah dinas orangtuanya itu. Namun petugas PTPN-2 tetap melaksanakan pengosongan sesuai prosedur dan cara-cara Humanis untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan.

Penasehat Hukum PTPN-2, Sastra SH, MKn mengungkapkan, sudah cukup panjang upaya persuasif yang dilakukan Pihak PTPN-2 terhadap 4 dari 24 pensiunan yang sebelumnya menempati emplasmen kebun Helvetia ini. Namun keluarga pensiunan yang dimotori Masidi tetap bersikeras untuk bertahan di areal HGU No.111 itu dengan dalih mereka sudah puluhan tahun tinggal di sana dan lahan itu mereka klaim adalah eks HGU.

Bahkan Kapolres dan Wakapolres Pelabuhan Belawan juga sudah berulangkali berusaha melakukan mediasi kepada keluarga pensiunan dengan pihak PTPN-2 dengan menghadirkan pihak BPN selaku Instansi yang berkompeten untuk memberi penjelasan rinci status lahan tersebut. Namun upaya ini tidak pernah direspon oleh Masidi dan pengacaranya.

“Mereka warga dengan kuasa hukumnya saat mediasi tidak pernah datang. Jadi tidak mungkin pekerjaan besar ini terhenti hanya karena Masidi dan keluarga lain tidak mau ditempatkan di rumah yang sudah disiapkan. “Kata Sastra kepada wartawan. Jumat (26/11).

Menurut Sastra, selama ini pihak PTPN-2 sudah berusaha menyelesaikan persoalan ini dengan musyawarah dan cara cara kekeluargaan seperti yang dilakukan kepada 20 keluarga dan pensiunan lainnya. Bahkan diberi tali asih yang sesuai ketentuan dengan nilai di atas Rp.100 juta, dan juga diprioritaskan untuk segera mendapatkan SHT (Santunnya Hari Tua).

“Ibu adalah keluarga besar PTPN-2. Jadi tidak mungkin perusahaan bertindak sewenang-wenang terhadap keluarganya sendiri,” jelas Sastra kepada ahli waris pensiunan dilapangan yang menempati rumah dinas di Jalan Karya yang sempat menolak pengosongan rumah warisan orangtuanya itu. “Ungkapnya.

Lebih lanjut Sastra menambahkan, bahkan upaya pihak PTPN-2 agar warga tetap dapat hidup seperti biasanya, telah menyiapkan rumah kontrakan di Dusun 9 dan Dusun 2 untuk ditinggali oleh keluarga pensiunan yang rumahnya dikosongkan.

 

Teks foto ;

Suasana pengosongan rumah dinas di areal Emplasmen Kebun Helvetia, Kamis pagi (25/11).

Show More

admin

Deempatbelas.com merupakan salah satu media online di Kota Medan yang beralamatkan di Jalan Armada No.14 Kecamatan Medan Kota. Medan, Sumatera Utara.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button