advertisement pasang iklan disini
BeritaMedanNasionalNewsSumut

Ini Refleksi Akhir Tahun DPW PSI Sumut Terhadap Kinerja Pemprovsu

Bagikan ke :

Deempatbelas.com,Medan – Dewan Pimpinan Wilayah Partai Solidaritas Indonesia (DPW PSI) Sumatera Utara menilai kinerja Pemerintah Provinsi Sumut sampai akhir tahun 2021 masih belum terlihat menunjukkan hasil yang signifikan dalam mengembangkan dan memajukan provinsi ini.

Hal ini dapat dilihat dari minimnya pembangunan daerah serta banyaknya janji semasa kampanye Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah yang belum terealisasi.

pasang iklan disini

Demikian dikatakan Ketua DPW PSI Sumut, H.M. Nezar Djoeli menyoroti kinerja Pemprovsu selama tiga tahun terkahir, terutama di Tahun 2021 kepemimpinan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah, kepada wartawan melalui keterangan tertulisnya yang diterima, Kamis (30/12/2021).

Nezar menyebutkan, jika dilihat dari postur APBD Tahun 2021, dari Rp14,8 triliun turun menjadi Rp12,8 triliun untuk tahun 2022. Hal ini sangat tidak ideal, karena lokasi belanja modal sekitar 12 persen dari total APBD dan terdapat beberapa anggaran lain yang dianggap tidak begitu penting dilakukan.

“Hal itu tentu akan mempengaruhi pembangunan daerah khususnya infrastruktur di Sumut,” cetusnya.

Selain itu, tambah Nezar, tidak maksimalnya hasil pendapatan asli daerah (PAD) yang bersumber dari BUMD yang selama ini dinilai tidak memiliki kontribusi yang baik. Dan ini harus menjadi perhatian serius agar di evaluasi kedepan.

“Pengelolaan BUMD dinilai setiap tahunnya tidak berdampak baik dan tidak memiliki peningkatan terhadap PAD. Ini penting menjadi perbaikan kedepan,” cetusnya.

Tidak hanya itu, lanjut Nezar, kesiapan menghadapi ajang PON 2024 mendatang juga masih jauh dari persiapan dan tidak jelasnya anggaran pembangunan untuk Sport Center.

“Ditambah gagalnya masuk dalam pembiayaan Sport Center melalui KPBU. Begitu juga masih banyaknya jalan rusak dibeberapa daerah. Hal ini menunjukkan seolah-olah pemerintah tidak perduli untuk membangun infrastruktur,” ketusnya.

Padahal, Sambung Nezar, infrastruktur yang baik merupakan salah satu sarana untuk menunjang perekonomian masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan di daerah.

“Secara umum, kondisi infrastruktur Sumut tidak banyak berubah. Terutama jalan-jalan provinsi dan penghubung antara daerah. Begitu juga dengan jembatan yang ditangani oleh Pemprovsu. Ini menjadi catatan penting bagi Gubsu Edy Rahmayadi kedepan,” tegasnya.

Menurut Nezar, jargon Sumut Bermartabat jangan hanya sebagai hiasan kata-kata atau slogan tanpa didukung dengan sikap dari pemerintahannya dalam menjalankan kerja. Melainkan bagaimana seluruh perangkat semua dapat berjalan dan bekerja dengan baik.

“Sehingga apa yang dicita-citakan dan menjadi harapan Edy-Ijeck (sapaan akrab Wagubsu,red) dapat tercapai hingga masa jabatan mereka berakhir pada tahun 2023 mendatang,” tandasnya.

Nezar juga menyoroti soal banjir yang terjadi beberapa waktu dibeberapa daerah, seperti di Kabupaten Mandailing Natal, Serdang Bedagai dan Padang Sidimpuan. Tentunya ini harus menjadi perhatian serius dalam penanganannya.

“Apalagi bencana alam tersebut diduga karena banyaknya kegiatan ilegal seperti penambangan dan penebangan liar. Ini harus segera diatasi agar masyarakat tidak menjadi korban,” imbuhnya.

Gubsu Edy Rahmayadi, tambah Nezar, juga harus menegur Bupati Madina agar tidak tutup mata melihat penyebab banjir yang kerap terjadi di daerah tersebut. Pasalnya, banjir terjadi akibat penyempitan arus sungai dan diduga karena adanya aktivitas illegal.

Nezar juga menyesalkan sikap dan pernyataan Gubsu Edy Rahmayadi yang sempat viral dan perbincangan di media masa. Dann ini patut disesalkan karena menambah citra buruk bagi seorang kepala daerah.

“Seperti pernyataan Gubsu atas aspal rumah dinasnya yang ditanggapi seolah-olah tidak senang dikritik karena anggaran yang besar. Selanjutnya yang paling menghebohkan baru-baru ini, Gubsu menjewer kuping salah seorang pelatih Billiar dalam satu kegiatan. Seharusnya itu tidak dilakukan oleh seorang pemimpin,” tandasnya.

Dari itu semua, jelas Nezar, PSI merasa penting hal-hal yang memang menjadi catatan dan kedepan segara direalisasikan ditahun 2022 mendatang.

“Mengingat pada tahun itu sudah merupakan tahun politik bagi Pemprovsu yang notabenenya harus menyiapkan anggaran kepada KPU dan Bawaslu yang jumlahnya juga sangat signifikan dalam menghadapi kontestasi Pemilu 2024,” pungkasnya.

Show More

admin

Deempatbelas.com merupakan salah satu media online di Kota Medan yang beralamatkan di Jalan Armada No.14 Kecamatan Medan Kota. Medan, Sumatera Utara.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button