De14dotcom, Medan – Terus melemahnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing mulai memicu keresahan di tengah masyarakat. Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi makro, tetapi juga dirasakan langsung oleh rakyat melalui kenaikan harga kebutuhan pokok, biaya pendidikan, hingga meningkatnya beban usaha kecil dan menengah.
Melihat kondisi tersebut, Presiden Jaringan Independen Pemuda Indonesia (JIPI), Deni, angkat bicara. Ia menegaskan bahwa rakyat berhak mendapatkan penjelasan yang jujur, terbuka, dan transparan mengenai penyebab pelemahan rupiah serta langkah konkret yang sedang ditempuh pemerintah untuk mengatasinya.
“Jangan biarkan rakyat hidup dalam ketidakpastian. Ketika rupiah terus melemah, yang pertama kali merasakan dampaknya adalah masyarakat kecil. Harga-harga naik, biaya hidup meningkat, sementara penghasilan tidak bertambah,” ujar Deni, Minggu (7/6/2026).
Menurutnya, pelemahan rupiah bukan sekadar persoalan angka di layar bursa atau laporan ekonomi pemerintah. Di lapangan, kondisi tersebut telah menjadi beban nyata yang harus ditanggung masyarakat setiap hari.
Deni menilai pemerintah perlu menyampaikan kondisi ekonomi secara apa adanya kepada publik. Transparansi dinilai penting agar masyarakat memahami tantangan yang sedang dihadapi bangsa sekaligus mengetahui langkah-langkah yang dilakukan untuk memulihkan stabilitas ekonomi nasional.
“Rakyat berhak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Jangan sampai informasi mengenai kondisi ekonomi hanya beredar di kalangan elite, sementara masyarakat yang merasakan dampaknya justru tidak mendapatkan penjelasan yang memadai,” tegasnya.
JIPI juga meminta dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai kebijakan yang berkaitan dengan stabilitas nilai tukar rupiah. Menurut organisasi tersebut, pemerintah harus mampu menunjukkan strategi yang jelas dan terukur untuk menjaga kepercayaan publik terhadap perekonomian nasional.
Lebih jauh, Deni mengajak generasi muda untuk tidak apatis terhadap persoalan ekonomi bangsa. Ia menilai pengawasan publik menjadi salah satu instrumen penting dalam memastikan kebijakan negara benar-benar berpihak kepada kepentingan rakyat.
“Pemuda tidak boleh diam. Ketika rupiah melemah, dampaknya dirasakan seluruh lapisan masyarakat. Karena itu, generasi muda harus ikut mengawal kebijakan ekonomi secara kritis, objektif, dan konstruktif,” katanya.
JIPI menegaskan akan terus menyuarakan aspirasi masyarakat terkait kondisi ekonomi nasional. Organisasi tersebut berharap pemerintah mampu mengambil langkah cepat dan efektif guna menjaga stabilitas rupiah, memperkuat ketahanan ekonomi nasional, serta melindungi daya beli rakyat yang saat ini terus menghadapi tekanan.
“Rupiah yang lemah bukan sekadar persoalan kurs, tetapi cerminan keresahan rakyat yang menunggu kepastian dan solusi nyata dari para pemegang kebijakan.”Tutupnya.(*)
Leave a Reply