Medan – Buruknya kinerja jajaran Direksi Bank Sumut kini ramai diperbincangkan publik, terutama di media sosial. Munculnya berbagai masalah khususnya konflik internal atas rekrutmen dari luar disebut yang paling memanas dan sumber masalah atas buruknya kinerja bank Sumut saat ini.
Sejumlah warganet, diduga berasal dari kalangan pegawai internal Bank Sumut, meluapkan keluhannya terkait buruknya kinerja direksi yang direkrut dari luar (special hire) dan dinilai tidak kompeten, meski menerima gaji fantastis.
Hal ini mencuat usai akun TikTok @de14dotcom mengunggah video pemberitaan berjudul “Karyawan Organik vs Special Hire: Konflik Internal Bank Sumut Makin Panas.”
Dalam unggahan tersebut diungkap adanya ketegangan antara pegawai organik (karier internal) dan pegawai special hire (rekrutan dari luar) yang disebut menjadi sumber keresahan di tubuh Bank Sumut.
Perbedaan fasilitas dan jenjang karier antara dua kelompok pegawai itu disebut sebagai faktor utama munculnya ketimpangan.
“Banyak pegawai internal merasa dizalimi karena kesempatan promosi dan tunjangan mereka tertinggal jauh dibanding special hire,” tulis salah satu komentar netizen.
Sejumlah pengguna TikTok turut menyoroti fenomena ini. Akun @BAMS misalnya, menulis:
“Karyawan special hire direkrut oleh direksi yang kariernya bukan dari internal Bank Sumut, itu mulai sejak 2014. Tahun 2021 malah makin banyak perekrutan, baik di Bank Sumut Konvensional maupun Syariah. Direksi yang bukan dari internal tampak tak percaya pada pegawai lama.”
BAMS juga menyinggung pertumbuhan Bank Sumut yang stagnan, hanya berkisar 0,09 persen saja tahun ke tahun.
“Laba 2024 hanya tumbuh 0,09 persen year on year. Kalau diperiksa, gaji pegawai special hire bisa 2–3 kali lipat dari karyawan organik yang hampir pensiun,” tulisnya.
Ia menilai kondisi ini layak menjadi perhatian Pemprov Sumut selaku pemegang saham mayoritas Bank Sumut.
Komentar senada banyak bermunculan, menuding praktik rekrutmen special hire sebagai biang stagnasi kinerja.
“Jangan-jangan Bank Sumut sedang digerogoti oleh orang-orang yang tidak kompeten tapi tetap dipertahankan karena koneksi,” tulis akun lain.
Akun lainnya yaitu, @ongol menuliskan, “pegawai hire di bank Sumut pembawa kerusakan. Sebaiknya Direksi kedepan dari pegawai organik yang punya prestasi dan sudah mengenal kultur budaya Bank Sumut”.
@Rikardo, cerita lama ini di bank sumut.”tulisnya dikolom komentar.
Publik pun kini menantikan sikap Gubernur Sumut Bobby Nasution untuk mengevaluasi jajaran direksi dan kebijakan rekrutmen** di tubuh Bank Sumut.
“Sudah saatnya direksi yang tidak kompeten dan special hire bermasalah itu dievaluasi,” tutup salah satu komentar yang mendapat banyak dukungan.
Sementara itu, Humas Bank Sumut, Jalaluddin Ibrahim saat di konfirmasi awak media terkait pernyataan warga net tersebut, hingga berita ini tayang belum memberikan respon apapun.







