advertisement pasang iklan disini
Uncategorized

Ratusan Bangunan Rumah Mangkrak Sampai Sertifikat Digadaikan, Jadi Temuan Anggota DPRD Karo

Bagikan ke :

JaringanNews, Karo – Keseriusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo dalam penanganan masyarakat pengungsi erupsi Gunung Sinabung, kian dipertanyakan.

Pasalnya, berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemerintah Pusat  dalam segala persoalan yang menyangkut penanganan pengungsi, namun sampai hari ini masih saja ada permasalahan yang timbul di lapangan.

pasang iklan disini

Kurangnya pengawasan dan banyaknya kepentingan oknum-oknum tertentu, diduga menjadi salah satu penyebab munculnya permasalahan dan kini menjadi sorotan dari berbagai pihak.

Hal itu terbukti saat salah seorang  anggota DPRD Kabupaten Karo, Eko Afrianta Sitepu saat meninjau lokasi pembangunan Hunian Tetap (Huntap) pengungsi erupsi Gunung Sinabung sebanyak 171 Kepala Keluarga (KK) asal Desa Gurukinayan, Kecamatan Payung, Kabupaten Karo, di Hamparan Gang Garuda, Desa Samura, Kecamatan Kabanjahe. Senin (16/01).

Menurut Eko, pembangunan Huntap dalam program Relokasi Mandiri tahap II tersebut telah terhenti pengerjaannya alias mangkrak. Kondisi bangunan yang terbangun diperkirakan baru sekitar 60  persen itu dibiarkan begitu saja tidak dilanjutkan oleh pengembang.

Ironisnya, dari ratusan rumah yang pembangunannya menggunakan anggaran APBN itu hanya dihuni oleh beberapa warga saja. Hal itu disebabkan bangunan yang ada saat ini tidak layak ditempati, bahkan sejumlah fasilitas umum juga tidak ada.

“Inilah hasil karya dari pihak pengembang yang membangun relokasi mandiri tahap dua. Dan saat ini keberadaannya ntah dimana alias kabur. Sangat disayangkan, proyek ratusan miliar ini harus luput dari pengawasan Pemerintah Daerah dan aparat penegak hukum. “Kata Eko Afrianta Sitepu, anggota DPRD Kabupaten Karo Fraksi Hanura .

Dari pantauan dilapangan terdapat  rumah-rumah berukuran 5×7 meter yang belum memiliki pintu dan jendela, serta lantai yang masih beralaskan tanah.

“Sangat kita sayangkan, kondisi rumah yang jauh dari layak.  Kamar mandi pun terlihat belum ada. Dari 171 rumah disini hanya ada sekitar beberapa rumah saja yang dihuni oleh pemilik nya. Itupun mereka memakai uang pribadinya untuk memperbaiki rumah mereka masing-masing agar bisa ditempati. “Ungkapnya.

Eko menambahkan, atas masalah ini secara kelembagaan sebagai anggota DPRD akan segera membawa permasalahan ini dalam rapat dengar pendapat di DPRD Kabupaten Karo, guna mencari titik terang, apa sebenarnya yang terjadi dan siapa yang bertanggung jawab atas proyek tersebut.

“Secepatnya akan saya bawa masalah ini untuk digelar RDP bersama pihak terkait terutama BPBD Kabupaten Karo yang seharusnya dapat mengawasi dengan baik . “Ucap Eko.

Lanjut Eko menyebutkan, tidak hanya bangunan yang mangkrak, dirinya juga mendengar keluhan masyarakat yang mengaku saat ini belum menerima sertifikat tanah rumah mereka. Bahkan warga mengaku, sertifikat tersebut sudah digadaikan oleh pihak pengembang yang sampai saat ini tidak diketahui keberadaannya.

“Bukan hanya bangunan saja yang mangkrak, bahkan serifikat tanah yang seharusnya milik warga sampai sekarang belum diterima oleh warga. Ironisnya warga malah dijanjikan dan disuruh menjual beberapa tapak lahan senilai belasan juta untuk menebus sertifikat mereka yang digadaikan, “ungkapnya.

Diketahui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo telah merealisasikan dana hibah Relokasi Mandiri tahap II sebesar Rp190,6 miliar tahun 2016 lalu.

Uang tersebut diberikan kepada 60 kelompok pengungsi erupsi Gunung Sinabung asal empat desa, Desa Guru Kinayan, Berastepu, Kuta Tonggal dan Gamber.

Dari total dana tersebut, pengungsi akan menerima dana sebesar Rp110.000.000 per Kepala Keluarga (KK), dengan rincian Rp59.400.000 untuk Bantuan Dana Rumah (BDR) dan Rp50.600.000 untuk biaya Bantuan Dana Lahan Usaha Tani (BDLUT).

Pihak BPBD telah melakukan transfer dana bantuan relokasi mandiri ke rekening masing-masing kelompok, sejak bulan Juli tahun 2016 lalu.

Show More

admin

Deempatbelas.com merupakan salah satu media online di Kota Medan yang beralamatkan di Jalan Armada No.14 Kecamatan Medan Kota. Medan, Sumatera Utara.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button