ads

Salah Satu Toko Mainan di Jepang Buat Kebijakan Batasi Orang Dewasa Beli Kartu Pokemon


Apa alasan di belakang peta untuk membatasi pembelian kartu Pokemon dewasa di toko mainan di Jepang?

Jepang – Salah satu toko mainan terbesar yang terletak di pusat kota Jepang tengah membatasi pembelian kartu Pokemon oleh orang dewasa. Kebijakan ini mengikuti serangkaian insiden yang terjadi di toko-toko recreation di seluruh Jepang yang melibatkan penjualan yang tidak adil dan penawaran harga yang sangat tinggi.

Tindakan ini muncul setelah terjadinya insiden yang melibatkan seorang pria berusia 20-an tahun yang menyeberangi berbagai toko recreation di wilayah Tokyo untuk membeli setumpuk kartu Pokemon di sebuah toko recreation yang kecil di Shibuya. Pria tersebut kemudian menjual kartu-kartu tersebut dengan harga yang sangat tinggi kepada orang-orang yang juga belum bisa membeli kartu tersebut, mendapatkan keuntungan besar di proses tersebut.

Ketika berita ini menyebar, banyak orang mengeluhkan bahwa mereka kesulitan mendapatkan koleksi Pokemon populer mereka karena ketersediaan yang sangat terbatas dan permintaan yang tinggi. Menanggapi hal ini, toko mainan memutuskan untuk membatasi pembelian kartu Pokemon oleh orang dewasa. Ini bertujuan untuk mencegah orang dewasa yang memanfaatkan kebutuhan atau keinginan anak-anak untuk kartu-kartu ini dan kemudian menjualnya dengan harga yang tidak masuk akal.

Salah satu toko recreation di Akihabara yang terkenal, Pleasure Pleasure Land, telah mengumumkan kebijakan baru mereka yang membatasi pembelian kartu Pokemon oleh orang dewasa. Toko tersebut hanya akan memperbolehkan pembelian lima kartu per pelanggan untuk anak-anak di bawah usia 15 tahun, dengan sistem kartu menghitung secara otomatis.

Kebijakan ini telah menuai respon positif dari para pecinta Pokemon di seluruh Jepang. Banyak dari mereka mengatakan bahwa tindakan ini adalah langkah yang tepat dalam menjaga keadilan dan kebutuhan koleksi kartu Pokemon yang adil bagi semua orang.

Namun, beberapa orang menuduh bahwa kebijakan ini memiliki tujuan terselubung untuk memperbolehkan toko recreation untuk memperoleh keuntungan lebih besar. Mereka beranggapan, karena koleksi kartu Pokemon sangat sulit ditelusuri dan sulit dipasok, toko recreation dapat melakukan penjualan yang terbatas dan mahal yang masih menguntungkan pada akhirnya.

Kebijakan ini datang pada saat yang penting bagi industri recreation Jepang dimana industri ini dapat memperoleh penghasilan yang besar pada saat pandemi COVID-19. Banyak orang menyalurkan hobi mereka melalui recreation, menyebabkan Jepang sebagai salah satu negara dengan industri recreation terbesar di dunia.

Ketika ditanyakan mengenai kebijakan baru ini, pemilik toko recreation mengatakan bahwa tujuan utama mereka adalah untuk menjaga keadilan dalam penjualan kartu Pokemon dan agar tidak dimanfaatkan oleh orang dewasa yang tidak bertanggung jawab.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap anak kecil memiliki kesempatan yang sama untuk memiliki kartu Pokemon favorit mereka tanpa harus bersaing dengan orang dewasa,” kata seorang pemilik toko recreation.

Para pelanggan setuju bahwa kebijakan ini bertujuan untuk menjaga keadilan dan menghindari penjualan yang berlebihan. “Saya pikir ini adalah langkah yang tepat untuk melindungi anak kecil dari orang dewasa yang tidak bertanggung jawab,“ kata salah satu pelanggan yang merasa senang dengan kebijakan tersebut.

Ketika ditanya apakah kebijakan ini akan berlanjut ke masa depan, pemilik toko recreation mengatakan, “Kami akan terus memantau industri recreation dan mengevaluasi kebijakan kami dari waktu ke waktu.”

Dalam situasi saat ini, kebijakan yang diambil toko mainan untuk membatasi pembelian kartu Pokemon oleh orang dewasa menjadi sebuah solusi yang bisa diaplikasikan pada situasi lain juga dalam menjaga keadilan dan menjamin keterjangkauan harga bagi seluruh konsumen dalam berbagai produk yang dibutuhkan, meski hal ini masih terus menjadi perdebatan panjang baik di Jepang maupun di negara lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *