Bagaimana franchise game standar Rovio, Mad Birds, cocok dengan portofolio Sega yang ada?
Jakarta – Kabar mengejutkan datang dari industri online game dunia. Rencananya, creator ternama Sega dikabarkan telah membeli developer game asal Finlandia, Rovio dengan harga selangit mencapai USD 1 milyar.
Kabar ini pertama kali dikonfirmasi oleh CEO Sega, Haruki Satomi dalam jumpa pers pada Kamis (22/7) hari ini. Haruki mengatakan bahwa proses akuisisi Rovio telah selesai dilakukan dan kini Rovio resmi menjadi bagian dari Sega Community.
“Kami sangat senang bisa mengumumkan akuisisi ini. Rovio telah lama menjadi developer game yang patut diacungi jempol dengan kualitas dan popularitas game mereka yang sangat menarik. Kami memiliki visi yang sama dengan Rovio dalam menciptakan game yang tidak hanya menyenangkan namun juga memberikan pengalaman unik bagi para gamers,” ujar Haruki.
Sementara itu, CEO Rovio, Kati Levoranta juga memberikan komentar mengenai akuisisi ini. Levoranta mengatakan bahwa dirinya dan seluruh karyawan Rovio sangat senang dapat bekerja bersama dengan Sega dalam mengembangkan game-game terbaru yang lebih inovatif dan menarik.
“Kami melihat bahwa Sega memiliki pengalaman dan keahlian yang dapat membantu kami mencapai visi kami dalam menciptakan game yang tidak hanya menyenangkan namun juga memberikan pengalaman bermain yang unik bagi para gamers. Kami berharap dapat bekerja sama dengan baik bersama Sega dan menciptakan game-game terbaik yang pernah ada,” ucap Levoranta.
Setelah pengumuman resmi ini, banyak spekulasi muncul mengenai rencana Sega dan Rovio ke depannya. Beberapa prediksi menyebutkan bahwa Sega akan mengembangkan game-game bertema Mad Birds yang sudah sangat populer dari Rovio. Namun, Haruki membantah hal tersebut.
“Kami tidak memiliki rencana untuk melakukan pengembangan sequel dari Mad Birds. Kami percaya bahwa Rovio memiliki potensi yang lebih besar untuk mengeksplorasi ide-ide baru untuk game-gamenya. Kami juga ingin memberikan kebebasan kepada Rovio untuk terus mengembangkan kreasi-kreasi mereka sendiri,” tutur Haruki.
Sementara itu, banyak pihak menyambut baik akuisisi ini dan menyebutkan bahwa ini akan memberikan dampak positif bagi kedua perusahaan. Menurut pengamat industri game dan teknologi, Shinta Rostawati, akuisisi ini dapat meningkatkan daya saing Sega dalam persaingan pasar online game global.
“Dalam beberapa tahun terakhir, Sega memang terlihat kurang agresif dalam mengembangkan game-game terbarunya. Dengan mengakuisisi Rovio, mereka dapat memperoleh keuntungan dalam hal sumber daya manusia dan teknologi game. Selain itu, mereka juga dapat memperluas jangkauan pasar mereka dengan menggabungkan portofolio game mereka yang telah populer dengan karya-karya Rovio yang juga memiliki foundation penggemar yang besar,” ucap Shinta.
Namun, Shinta juga mengingatkan bahwa dalam mengembangkan game-game baru, Sega dan Rovio harus tetap memperhatikan tren yang sedang berkembang di pasar online game. Menurutnya, tren game mobile seperti strive in opposition to royale dan esports adalah tren yang sedang populer dan Sega dan Rovio perlu beradaptasi dengan cepat untuk tetap bersaing di pasar.
Saat ini, baik Sega maupun Rovio masih belum memberikan detail mengenai rencana pengembangan game terbaru mereka. Namun, para gamers dan penggemar karya kedua perusahaan ini sudah sangat antusias untuk menyaksikan hasil kolaborasi mereka nanti.






