Medan – Ketua Bidang Pembangunan Demokrasi dan Politik Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Medan, Ilham Panggabean, menegaskan bahwa dugaan pemerasan yang melibatkan oknum anggota DPRD Kota Medan merupakan tindakan yang mencederai kepercayaan publik dan mencoreng marwah lembaga legislatif.
“Dugaan pemerasan yang dilakukan oknum anggota DPRD Kota Medan adalah bentuk nyata pengkhianatan terhadap mandat rakyat. Wakil rakyat seharusnya melindungi, bukan justru menindas masyarakat, khususnya pengusaha mikro yang sedang berjuang di tengah kondisi ekonomi sulit,” tegas Ilham dalam pernyataannya kepada media, Senin (22/12/2025).
Ilham menambahkan, klarifikasi Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara yang menyebutkan bahwa perkara tersebut masih dalam proses harus menjadi penegasan bahwa tidak boleh ada ruang kompromi bagi pelaku penyalahgunaan kekuasaan.
“Kami memandang dugaan pemerasan ini sebagai kejahatan politik yang tidak bermoral dan sangat biadab. Kewenangan yang dimiliki justru diduga dijadikan alat pemerasan dengan dalih perizinan dan pajak. Ini bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi juga perusakan terhadap nilai keadilan sosial dan demokrasi,” ujarnya.
Lebih lanjut, HMI Cabang Medan menilai DPRD Kota Medan tengah berada dalam krisis integritas. Jika dugaan keterlibatan pimpinan maupun anggota Komisi III terbukti, hal tersebut menunjukkan kegagalan dalam menjaga etika politik dan fungsi pengawasan.
“Kami menuntut DPRD Kota Medan untuk segera membuka diri, melakukan evaluasi secara terbuka, serta menjatuhkan sanksi politik kepada anggota yang terlibat agar kepercayaan publik dapat dipulihkan,” kata Ilham.
HMI Cabang Medan juga meminta Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara bertindak profesional dan tidak tebang pilih dalam menangani perkara tersebut.
“Penegakan hukum harus cepat, tegas, dan adil. Jangan sampai hukum tumpul ke atas dan tajam ke bawah. Jika alat bukti sudah cukup, maka kasus ini wajib dinaikkan ke tahap penyidikan dan para pelaku harus segera ditetapkan sebagai tersangka,” tegasnya.
Sebagai bentuk komitmen, HMI Cabang Medan menyatakan siap menghimpun kekuatan mahasiswa dan masyarakat sipil untuk mengawal kasus ini hingga tuntas.
“Kami siap turun ke jalan. HMI tidak akan diam ketika rakyat ditindas oleh wakilnya sendiri. Lawan pemerasan, bersihkan DPRD Kota Medan, dan tegakkan keadilan demi marwah demokrasi dan kepentingan rakyat,” pungkas Ilham.







