Medan – Di balik usianya yang masih sangat muda, Alarick Danish Pradhana Soeroso membuktikan bahwa mimpi besar dapat diraih melalui kerja keras, disiplin, dan semangat pantang menyerah.
“Pantang Pulang Sebelum Menang,” bukan sekadar rangkaian kata, melainkan prinsip yang selalu ia pegang setiap kali melangkah ke atas tatami.
Semangat itu mengantarkan karateka cilik asal Kota Medan ini meraih prestasi membanggakan di tingkat internasional. Alarick sukses menyabet medali emas dan keluar sebagai Juara 1 kategori U-10 Individual Kata Male pada ajang Adidas International Open Karate 2026 yang digelar di GOR Ciracas, Jakarta Timur, pada 5–7 Juni 2026.
Di hadapan para juri dan ratusan peserta dari berbagai daerah serta mancanegara, Alarick tampil tenang dan penuh percaya diri. Setiap rangkaian gerakan kata diperagakan dengan presisi, ketegasan, dan konsentrasi tinggi hingga mengantarkannya berdiri di podium tertinggi.

Bagi sebagian orang, medali emas mungkin hanyalah simbol kemenangan. Namun bagi Alarick dan keluarganya, penghargaan tersebut merupakan buah dari perjalanan panjang yang dipenuhi latihan rutin, pengorbanan waktu, dan komitmen untuk terus berkembang sejak usia dini.
Alarick saat ini diasuh Dojo Soeroso Wado Karateka Indonesia, yang didirikan pada 13 Oktober 2025 oleh ayahnya. Dalam proses pembinaannya, ia mendapat bimbingan dari Sensei Eddy Darwan, yang telah mendampingi dan melatihnya sejak berusia lima tahun.
Menurut Sensei Eddy Darwan, keberhasilan Alarick merupakan hasil dari kedisiplinan dan kemauan belajar yang luar biasa.
“Alhamdulillah, Alarick berhasil meraih medali emas di ajang internasional. Dia anak yang tekun, mudah menerima arahan, dan tidak pernah lelah berlatih. Semangat juangnya sangat tinggi,” ujarnya.
Meski masih berusia belia, Alarick kini telah mengoleksi sekitar 18 medali dari berbagai kejuaraan karate yang pernah diikutinya. Konsistensi tersebut menunjukkan potensinya sebagai atlet muda yang siap bersaing di level yang lebih tinggi di masa depan.
Kesuksesan itu juga tidak lepas dari dukungan penuh kedua orang tuanya, dr. Moh. Ramadhani Soeroso, Sp.P(K)-Onk, dan Pujiyani, yang selalu hadir mendampingi setiap sesi latihan maupun pertandingan.

Sang ayah menuturkan bahwa nilai yang ingin ditanamkan kepada putranya bukan semata-mata menjadi juara, melainkan memiliki mental pantang menyerah dalam menghadapi setiap tantangan.
“Pantang pulang sebelum menang. Itu semangat yang selalu kami tanamkan, bukan hanya soal menjadi juara, tetapi tentang berani berusaha, tidak mudah menyerah, dan terus memberikan yang terbaik,” ungkap dr. Moh. Ramadhani Soeroso.
Ia berharap pengalaman tampil di kompetisi internasional dapat membentuk karakter Alarick menjadi pribadi yang tangguh, rendah hati, disiplin, dan percaya diri dalam mengejar cita-citanya sebagai atlet karate.
Prestasi yang diraih Alarick menjadi bukti bahwa usia bukanlah penghalang untuk mengukir prestasi. Dengan kerja keras, latihan yang konsisten, dan dukungan keluarga, bocah asal Medan ini berhasil membawa pulang medali emas sekaligus mengharumkan nama Kota Medan dan Indonesia di pentas karate internasional.
Di balik senyum sederhana yang terpancar saat berdiri di podium juara, tersimpan pesan inspiratif bahwa langkah-langkah kecil yang dijalani dengan tekun setiap hari mampu mengantarkan seseorang meraih mimpi besar.
Sebagai informasi, Adidas International Open Karate 2026 diikuti oleh atlet dari tujuh negara dengan total 106 kontingen dan 1.438 peserta. Kejuaraan tersebut mempertandingkan empat kategori, yakni TNI, Polri, Open, dan Festival, dengan pertandingan yang dipimpin oleh 54 wasit dan juri di empat arena tatami.











