Medan – Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) merayakan hari jadinya yang ke-74 sekaligus Milad Yayasan UISU yang ke-75 dalam sebuah rangkaian acara khidmat yang dipusatkan di kampus UISU, Medan, Rabu (7/1/2026). Perayaan tahun ini menjadi catatan sejarah penting dengan diluncurkannya perubahan nama kelembagaan menjadi Yayasan Wakaf Universitas Islam Sumatera Utara serta pengukuhan Guru Besar baru.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Sidang Senat Terbuka yang mengagendakan pengukuhan Prof. Dr. Ir. Murni Sari Rahayu, M.P. sebagai Guru Besar. Pengukuhan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang UISU untuk memperkuat pilar akademik dan meningkatkan daya saing riset di tingkat nasional maupun internasional.
” Sebagai salah satu perguruan tinggi Islam tertua di Sumatera Utara, UISU terus berkomitmen untuk menyelaraskan nilai-nilai keislaman dengan pengembangan ilmu pengetahuan guna memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, ” Ujar Pimpinan Sidang.
Puncak acara ditandai dengan peluncuran resmi perubahan nama menjadi Yayasan Wakaf Universitas Islam Sumatera Utara. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya memperkuat tata kelola kelembagaan yang lebih akuntabel dan berkelanjutan dengan mengadopsi prinsip-prinsip wakaf. Dalam arahannya, Ketua Pembina Yayasan, Prof. Dr. Fauzie Yusuf Hasibuan, S.H., M.H., menekankan bahwa transformasi ini merupakan komitmen besar untuk menjaga keberlanjutan institusi.
“Penguatan visi dan tata kelola berbasis wakaf ini akan menjadi fondasi utama bagi UISU dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi di masa depan,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum Pengurus Yayasan UISU, Ir. Indra Gunawan, MP, menyatakan bahwa di usia yang ke-75, yayasan harus semakin matang dalam memfasilitasi kebutuhan pendidikan umat dan bangsa.
” Sebagai bentuk penghormatan terhadap dedikasi para pendahulu, UISU memberikan tali asih kepada para mantan Rektor dan Wakil Rektor yang telah berjasa dalam membangun universitas. Selain itu, institusi juga memberikan santunan dan bingkisan kepada keluarga dosen serta pegawai yang telah wafat, ” Ucap Indra.
Acara tasyakuran ini juga diisi dengan pembacaan Haflah Qur’an dan doa bersama oleh Grup Haflah Qur’an LPTQ Sumatera Utara, yang memberikan nuansa religius pada seluruh rangkaian kegiatan.Dengan usia yang semakin matang dan transformasi menjadi Yayasan Wakaf, UISU bertekad untuk terus mencetak sumber daya manusia yang unggul, berintegritas, dan memberikan manfaat luas bagi kemajuan bangsa.(cil) *








