advertisement pasang iklan disini
BeritaDaerahHomeMedanNasionalNews

Pihak Wesly Silalahi Minta Kepolisian Sumut Segera Brantas Mafia Tanah Desa Sipanganbolon. 

Bagikan ke :

Deempatbelas.com,Medan – Penyerobotan Tanah Wesly Silalahi di lakukan oleh Lilis Daulay seorang warga Kota asal Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara.

Aksi dugaan penyerobotan Tanah Wesly Silalahi, tersebut terjadi di Sitahoan, Desa Sipanganbolon, Kecamatan Girsang Sipanganbolon, Kabupaten Simalungun.

pasang iklan disini

Ebenezer Sinaga, Penerima kuasa Wesly Silalahi kepada wartawan menyebutkan, kejadian itu berawal sejak keluarnya surat jawaban atas Surat Wesly Silalahi dan kawan kawan kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia tentang penjelasan status tanah yang berada di Lahan ENCLAVE SITAHOAN pada tahun 2018.

Surat jawaban dari KLHK kepada Balai Pemetaan dan Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah I Sumatera Utara pada tahun 2018 ditujukan kepada Wesly Silalahi pada akhirnya diduga secara administrasi diselewengkan atau berubah menjadi LILIS DAULAY.

“Dengan mendapatkan surat tembusan tersebutlah, LILIS DAULAY saat ini merasa seperti diatas angin sehingga mengganggap lahan ENCLAVE SITAHOAN adalah miliknya dengan mengatakan bahwa dia adalah keturunan RAJA KALIANSAH SINAGA yang berasal dari Tanah Jawa. “Kata Ebenezer Sinaga. Minggu (20/03).

Lebih lanjut, Ebenezer menyebutkan, padahal dalam Surat Keputusan Bupati Simalungun pada masa pemerintahan Jabanten Damanik telah terang benderang menyebutkan bahwa tidak ada kepemilikan tanah dari RAJA KALIANSAH SINAGA di ENCLAVE SITAHOAN, Desa Sipanganbolon.

Wesly Silalahi sendiri memiliki alas hak yang jelas atas tanah Sitahoan seluas 190 Hektar. Kepemilikan lahan ini terbagi menjadi 2 yaitu 115 Hektar yang diketahui berasal dari Warisan orang tuanya. Sedangkan 75 Hektar berasal dari Akta Jual Beli atas nama KARBEN SINAGA.

Melihat tanah sebagian di kuasai oleh Mafia Tanah LILIS DAULAY sejak 2019, WESLY SILALAHI yang berdomisili di Jakarta, pada hari Sabtu, (19/3/2022) turun ke SITAHOAN bersama dengan masyarakat Girsang Sipanganbolon untuk mengusir mafia tanah tersebut.

Tindakan ini dilakukan setelah adanya Himbauan pertama dan kedua dari pihak Wesly, namun faktanya dilapangan tidak dihiraukan oleh pihak Lilis. Bahkan dengan arogan LILIS menyuruh orangnya untuk mencabut plang kepemilikan lahan dilapangan.

“Kita sayangkan sikap LILIS yang bersikeras mempertahankan tanah itu. Apalagi setelah sampai di tanah objek berperkara saudari LILIS DAULAY mengerahkan massanya yang diduga mereka oknum-oknum premanisme dengan sengaja untuk menghalau kami pihak WESLY SILALAHI bersama masyarakat yang hendak mengolah lahan tersebut. “Ungkapnya.

Setelah mencoba berdialog dan mediasi, untuk menghindari bentrok dan menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan seperti korban dilapangan, pihak Wesly Silalahi memilih mundur dari lokasi.

Tindakan penyerobotan ini sebelumnya juga sudah dilaporkan pihak WESLY kepada Kepolisian Daerah Sumatera Utara pada Tanggal 3 Februari 2022, dan berharap agar kepolisian segera menindaklanjutinya.

Show More

admin

Deempatbelas.com merupakan salah satu media online di Kota Medan yang beralamatkan di Jalan Armada No.14 Kecamatan Medan Kota. Medan, Sumatera Utara.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button