Deempatbelas | Pemerintah Indonesia menyebut softball batal berinvestasi dalam pembangunan ibukota negara, namun menteri investasi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil yang mengklaim softbank masih berminat untuk berinvestasi di ibukota negara.
Bahlil menjelaskan softbank ini sudah bertemu dengan Presiden Joko Widodo.
Softbank beberapa kali mengajukan proposal namun menurut bahlil penawaran tersebut lebih menguntungkan soft bank daripada Indonesia, Bahlil mengatakan pemerintah menyatakan tidak mau didikte oleh investor softbank.
Saat ini memang Softbank sedang menahan diri mengucurkan dana setelah bertahun-tahun Royal membagikan modal lewat dana investasi startup milik mereka yang dinamakan Softbank Vision Fund, Softbank Vision Fund mencatatkan rugi 9,75 miliar Dollar Amerika Serikat atau sekitar 152 Triliun Rupiah hanya dalam Juli hingga September 2022. ”
“Softbank ini udah pernah ketemu presiden dan berkali-kali saya sendiri ikut untuk mengapprove, proposal yang ditawarkan Menurut kami Untung bagi Dia, nggak untung untuk negara dan kami nggak mau. Jadi kita mencari model investasi yang Fair artinya yang investornya untung negara juga jangan dibuat berat winwin itu yang dalam bahasa saya itu adalah nggak boleh pengusaha itu mengatur Negara tapi juga negara tidak boleh, karena kita saling membutuhkan” sebut bahlil.













