ads

Dosen Undhira Bali Melakukan Pemetaan Model Pemberdayaan Masyarakat Lokal di IKN

Jakarta- Ibu Kota Nusantara (IKN) merupakan proyek pemerintah yang paling besar saat ini. Demi terwujudnya pembangunan IKN maka pemerintah telah menyiapkan dana APBN yang cukup besar ditambah dengan kontribusi dari investasi negara besar di dunia karena pembangunannya telah menyita perhatian masyarakat dunia.

Dosen Undhira Bali Melakukan Pemetaan Model Pemberdayaan Masyarakat Lokal di IKN, Deempatbelas.com
Foto Tim Peneliti Menyampaikan Seminar Penguatan SDM Menuju Indonesia Tangguh di Universitas Mulawarman.

Perhatian Pemerintah terlihat dari pembangunan infrastruktur serta sarana dan prasarana yang terus dikerjakan sampai saat ini. Sekitar 80 persen pembangunan IKN telah tercapai. Pembebasan lahan milik masyarakat adat dan hutan terus dikebut agar pada tanggal 17 Agustus 2024 akan dilaksanakan Upacara HUT Kemerdekaan RI ke-79 di IKN.

Dosen Undhira Bali Melakukan Pemetaan Model Pemberdayaan Masyarakat Lokal di IKN, Deempatbelas.com
Kolaborasi Tim Peneliti dan Tanda Tangan MoU antara Rektor Universitas Dhyana Pura Bali dengan Rektor Universitas Mulawarman di Samarinda.

Sejak di lakukan pembangunan, IKN menuai pro dan kontra ditengah masyarakat yang menilai pembangunan IKN akan mengganggu aktivitas sosial, budaya, dan perekonomian masyarakat adat karena sebagian hutan berubah alih fungsinya. Masyarakat adat tidak bisa lagi mencari rotan, berkebun, bertani di sekitar IKN tersebut sehingga dengan berbagai persoalan tersebut haruslah dicari solusinya.

Pembangunan IKN yang sedang dilakukan oleh pemerintah harus didukung oleh semua pihak. Salah satu solusi dan terobosan dilakukan oleh Dosen dan Tim Peneliti dari Universitas Dhyana Pura (UNDHIRA) Bali dan Universitas Mulawarman Kalimantan Timur.

Tim peneliti yang diketuai oleh Dr. Dermawan Waruwu, M.Si yang beranggotakan Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, M.A; Dr. Suryaningsih, M.H; Dr. I Wayan Ruspendi Junaedi, M.A. merupakan Tim peneliti dan dosen yang sudah meraih berbagai hibah nasional dan sering diundang sebagai narasumber berusaha memetakan model pemberdayaan masyarakat lokal di IKN dan sekitarnya.

Dosen Undhira Bali Melakukan Pemetaan Model Pemberdayaan Masyarakat Lokal di IKN, Deempatbelas.com

Hasil pemetaan menunjukkan bahwa masyarakat lokal mengharapkan agar pemerintah serius melibatkan mereka dalam pembangunan IKN tersebut. Pelatihan dan dana stimulus tidak bisa menyelesaikan masalah sosial, budaya, dan ekonomi yang sedang dihadapi oleh masyarakat.

Mereka berharap agar diberikan ruang untuk mencari nafkah, seperti tenaga kerja di instansi pemerintah, swasta, dan proyek pembangunan IKN tersebut. Masyarakat lokal justru tersisi dan bahkan tersingkir oleh tenaga kerja yang berasal dari luar IKN. Masyarakat lokal berharap kepada Presiden Joko Widodo dan Kepala Otorita agar diberikan kesempatan bekerja di IKN sekitar 20 sampai 30 persen tenaga kerja. Hal ini disampaikan oleh Dr. Dermawan setelah timnya melakukan Focus Group Discussion (FGD) bersama tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, masyarakat, mahasiswa, dan akademisi. FGD ini dilakukan pada tiga tempat yaitu di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kota Balikpapan, dan Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur tanggal 13 sampai 16 Agustus 2023.

Selain itu, masyarakat membutuhkan sarana prasarana, pendidikan berkualitas, dan modal usaha untuk bisa melakukan kegiatan UMKM berbasis kearifan lokal. Beasiswa sangat dibutuhkan oleh generasi muda di sekitar IKN, mulai dari SD sampai tingkat Perguruan Tinggi. Melalui pendidikan, masyarakat lokal bisa bersaing dengan masyarakat pendatang yang terus bertambah di IKN dan sekitarnya.

Lahan perkebunan dan pertanian modern sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat lokal dan pendatang, termasuk kebutuhan bahan makanan di istana negara dan sekitarnya. Ruang pementasan seni budaya masyarakat lokal menjadi penting sebagai bentuk pelestarian dan untuk mengisi keunikan kota metropolitan di mata dunia. Ungkap Dr. Dermawan yang memiliki kepakaran di bidang Kajian Budaya dan pemberdayaan masyarakat lokal berbasis desa wisata.

Dosen Universitas Dhyana Pura (Undhira) Bali dan dosen Universitas Mulawarman (Unmul) Kalimantan Timur memberikan dukungan nyata dalam pembangunan IKN serta keberpihakan kepada masyarakat lokal melalui kegiatan penelitian yang berjudul “Pemetaan Model Pemberdayaan Masyarakat Lokal dalam Pembangunan IKN Guna Terwujudnya Harmoni Sosial dan Green City Tourism”. Penelitian ini merupakan hibah dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek).

Dosen Undhira Bali Melakukan Pemetaan Model Pemberdayaan Masyarakat Lokal di IKN, Deempatbelas.com
Foto Tim Peneliti Universitas Dhyana Pura Bali Bali dan Universitas Mulawarman di Titik Nol Nusantara.

Menurut Dr. Dermawan Waruwu selaku dosen Fakultas Bisnis, Pariwisata, Pendidikan, dan Humaniora bahwa penelitian ini bertujuan untuk memetakan jenis, bentuk, strategi, model, dan naskah kebijakan yang relevan terhadap pemberdayaan masyarakat lokal di kawasan IKN dan sekitarnya. Tujuan akhirnya adalah terwujudnya harmoni sosial dan green city tourism di IKN dan sekitarnya.

Pengembangan konsep green city tourism menjadi unik dan menarik bagi wisatawan domestik maupun internasional ketika berkunjung ke IKN dan sekitarnya, tegas Dr. I Gusti Bagus Rai Utama selaku pakar pariwisata dan Rektor Universitas Dhyana Pura Bali.

Oleh karena itu, masyarakat dan pemerintah harus bersinergi dengan baik. Kebijakan dalam pembangunan IKN dan sekitarnya harus berpihak kepada kepentingan masyarakat lokal, ungkap Dr. Suryaningsih yang merupakan dosen Pendidikan Kewarganegaraan di Universitas Mulawarman Kalimantan Timur.

Menurut Dr. I Wayan Ruspendi Junaedi yang memiliki kepakaran di bidang kewirausahaan bahwa masyarakat lokal juga mengharapkan agar diberikan pelatihan dan pendampingan dalam rangka peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal secara berkelanjutan transparan, sehingga bisa mampu bersaing dengan masyarakat pendatang, khususnya di bidang ekonomi atau UMKM.

Atraksi wisata, tari-tarian, budaya, kuliner, souvenir dan berbagai potensi lainnya yang berciri khas Kalimantan Timur, khususnya masyarakat Dayak belum terfasilitasi di kawasan IKN tersebut.

Apabila masyarakat lokal tidak diberdayakan secara maksimal maka kemungkinan akan terjadi konflik sosial, baik secara horizontal maupun vertikal. Tegas Dr. Dermawan yang telah berhasil menulis puluhan buku dan artikel internasional serta sebagai Ketua Umum Perkumpulan Doktor Nias Indonesia (PDNI).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *