De14dotcom, MEDAN — Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meraih LPM Award 2026 atas dukungannya terhadap pemberdayaan masyarakat desa/kelurahan mandiri serta pembangunan menuju Indonesia maju.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Umum DPP LPM RI kepada Pemerintah Kota Medan. Wali Kota Medan diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Medan, M. Sofyan, dalam acara yang berlangsung di Bandung, Jumat (7/8/2026).
Terpisah, Ketua DPD LPM Kota Medan Muhammad Reza mengaku bangga atas penghargaan yang diterima Pemerintah Kota Medan tersebut.
Menurut Reza, penghargaan itu menjadi bentuk apresiasi atas perhatian dan keseriusan Wali Kota Medan dalam mendukung pemberdayaan masyarakat serta pembangunan yang partisipatif.
“LPM merupakan mitra strategis pemerintah dalam pemberdayaan masyarakat dan pembangunan. Karena itu, kami tentu bangga dengan penghargaan ini,” ujar Reza.
Ia menyebut, dari sekitar 416 kabupaten/kota di Indonesia, hanya 14 daerah yang menerima LPM Award 2026. Kota Medan menjadi salah satu daerah yang mendapatkan penghargaan tersebut.
Reza juga menilai sejumlah perubahan telah terlihat di Kota Medan, mulai dari kebersihan kota, peningkatan kesejahteraan sosial, pelayanan publik, pendidikan, hingga pemeliharaan infrastruktur seperti jalan dan drainase.
Tanggapi Kritik Legislatif
Terkait kritik salah seorang anggota legislatif Kota Medan, Godfried Efendi Lubis, terhadap kinerja Wali Kota Medan, Reza mengingatkan agar setiap kritik disampaikan berdasarkan data dan fakta.
“Kami sangat menghormati dan mendukung fungsi legislatif. Namun, kritik hendaknya disampaikan berdasarkan data dan fakta, bukan sekadar asumsi. Kita harus objektif dan realistis dalam melihat perkembangan Kota Medan,” katanya.
Menurut Reza, saat ini Pemerintah Kota Medan telah melakukan berbagai terobosan. Pembangunan, kata dia, tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga mencakup penguatan ekonomi masyarakat, ruang kreatif, UMKM, budaya, serta berbagai program yang mendorong aktivitas masyarakat.
Ia juga menyinggung capaian investasi Kota Medan pada 2025 yang disebutnya telah melampaui target hingga sekitar 200 persen.
“Ini menunjukkan adanya ketertarikan investor terhadap Kota Medan. Kita juga memiliki berbagai program yang mendorong ekonomi agar terus bergerak dan tumbuh,” ujar Reza.
Selain itu, pengembangan ruang kreatif dan UMKM terus dilakukan melalui berbagai kegiatan, termasuk Car Free Day (CFD), Car Free Night (CFN) serta pengembangan kebudayaan.
“Ini merupakan bukti bahwa pembangunan yang dilakukan tidak sekadar ceremonial. Ada upaya untuk menggerakkan ekonomi masyarakat, mengembangkan kreativitas dan UMKM, serta membangun Kota Medan secara lebih menyeluruh,” pungkasnya.(*)













