10 tahun yang lalu, Saya taunya investasi ya memang dalam bentuk emas atau tanah, rumah atau mentok-mentok reksa dana lah. Tapi itu juga prosesnya ribet banget waktu itu. Tapi, di zaman sekarang, kan kita dengan mudah ya dapat informasi tentang investasi saham.
Bisa dibilang sudah lebih sering denger dibanding 5 atau 10 tahun lalu. Nah Saya jadi inget nih, Pertama kali Saya mulai melek tentang investasi, Saya punya pertanyaan yang sama dengan judul artikel kali ini “Investasi saham atau emas, Lebih untung yang mana ya?” Nah Saya akan jawab.
Jawaban singkat Saya adalah, saham jauh lebih menguntungkan daripada emas. Dalam jangka panjang. Saham itu, umumnya risikonya tinggi, emas itu risikonya rendah. Dimana mana diajarinnya pasti begitu.
Tapi dua-duanya dalam jangka pendek risikonya jadi tinggi, bahkan sangat tinggi. Namun, dalam jangka panjang, saham itu risikonya jadi rendah dan emas itu jadi nggak ada risikonya sama sekali.
kenapa begitu?
Saham, mau saham perusahaan kinerjanya bagus atau jelek, dalam jangka pendek harganya itu nggak ada yang bisa nebak. Nih, misalnya saham Bank BCA. tapi dalam jangka pendek harga sahamnya gimana? Dalam jangka pendek, harga sahamnya itu pasti naik-turun-naik-turun sehingga nggak bisa kita tebak.
Mungkin ada dari kalian yang beli di harga 8200, dan udah megang sahamnya selama 4-5 bulan mungkin kalian akan berpikir “kok harganya turun terus ya” bahkan sempat sampai turun 7000 per lembar di bulan Juli. Dan mungkin orang orang yang beli di 8200 bisa-bisa jadi kapok untuk beli saham
“Katanya Bank BCA kinerjanya bagus” “sahamnya pasti oke.” “Buktinya apa?” “Nih Saya rugi doang kerjaannya” “udah hold 4 bulan masih minus, bagus darimana??”
Ya, itulah yang tadi Saya bilang, saham itu risikonya sangat tinggi dalam jangka pendek. Sebagus apapun perusahaan yang kita beli!.
Tapi dalam jangka panjang? misalnya 5 tahun. Risikonya berubah dari risiko sangat tinggi, menjadi risiko rendah, bahkan sangat rendah.
Nih coba liat sendiri grafik pertumbuhan harga dari saham Bank BCA.

Dalam 5 tahun tahun terakhir, harga saham Bank BCA udah naik 109%, bahkan lebih tinggi ya dari kenaikan harga emas selama 10 tahun terakhir. Nah dari sini aja sebenernya udah kelihatan saham vs emas. Mana yang lebih untung? Jawabannya saham. Tapi kalau Saya boleh nambahin. Sahamnya haruslah saham dari perusahaan yang kinerjanya baik.
Nah, kalau emas gimana? Bukannya kata orang-orang rendah ya risikonya? Betul rendah, tapi kalau kamu beli emas dengan tujuan jangka pendek risikonya akan jadi tinggi. Kenapa begitu?
Mungkin kamu pernah denger harga emas sempet tembus 1 juta rupiah per gramnya. Ini beritanya dimana-mana, apalagi pas awal pandemi. Sempet 1 juta rupiah beberapa kali, tapi harganya per hari ini berapa coba? Seperti yang tadi Saya bilang, hari ini harganya per gramnya itu 975 ribu, bukan 1 juta rupiah lagi. “padahal emas itu risikonya rendah ya”, tapi ternyata tetep aja bisa mengalami penurunan, dalam jangka pendek.
Lain halnya kalau saham dan emas dipegang dalam jangka waktu yang relatif lebih panjang. Misalnya 3 tahun, 5 tahun, apalagi 10 tahun dan seterusnya. Risikonya itu jadi rendah banget. Bahkan untuk emas jadi nggak ada risikonya sama sekali! Alias tanpa risiko!.
Bahkan dari jaman nabi kayaknya si emas ini naik terus harganya hehe.













