smsi

Saham atau Emas Mana yang Lebih Menguntungkan

Terakhir nih, bagi Saya, emas itu bukan investasi. Bahkan dari KBBI arti kata Investasi adalah penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan. Nah kalau dari arti kata ini, Saham yaa jelas lah yaa investasi, tapi kalau emas? Bukan investasi, Emas lebih cocok disebut sebagai alat pelindung nilai!.

Maksudnya gimana tuh? Emas yang kamu beli di tahun 2012 seharga 13 juta rupiah. Sepuluh tahun kemudian nilainya jadi 22 juta rupiah. Emasnya sama-sama 22.7 gram. Tapi nilainya berbeda. Yang tadinya 13 juta, sekarang nilainya 22 juta.

Nah.. Kalau misalnya kamu nggak sengaja nih nyimpen uang 13 juta di lemari di tahun 2012, dan baru keinget di tahun 2022, uangnya akan tetep jumlahnya 13 juta kan? Nah ketika di tahun 2022 kamu mau beli motor honda beat terbaru.

Pertanyaannya adalah: “Apakah bisa beli motor dengan uang 13 juta?” Jawabannya nggak bisa! Jaman sekarang motor udah nggak ada lagi yang harganya 13 juta. Motor honda beat aja nih di websitenya astra, harganya paling murah itu 17-18 juta. Bukan lagi 13 juta.

Itulah konsep dari emas adalah alat pelindung nilai. Uang cash atau tunai itu akan tergerus nilainya karena inflasi. Sedangkan emas cenderung nilainya naik mengikuti infasi.

Jadi walaupun emas bukanlah investasi, tapi menurut Saya pribadi, nggak ada salahnya untuk beli emas. Sambil sekalian kita belajar tentang instrumen investasi yang beneran, salah satunya adalah saham.

Ngomong-ngomong 3 perusahaan terbesar di Indonesia tahun 2012 itu adalah yang pertama Astra international, yang kedua HM Sampoerna, dan yang ketiga adalah Bank BCA.

Kalau kamu membeli astra di tahun 2012 itu, per hari ini harganya nggak kemana-mana bahkan cenderung turun 3%. Apakah kamu merugi? Jawabannya: nggak juga, karena selalu ada dividen yang dibagikan Astra dari tahun 2012-2022. Alasan kenapa harga sahamnya nggak naik nggak turun bisa aja sesederhana, laba bersih Astra memang nggak tumbuh secara konsisten bahkan cenderung segitu-segitu aja dari tahun ke tahun.

kalau kamu beli saham Sampoerna tahun 2012. Per hari ini investasi kamu udah turun 55%. Apakah kamu merugi? Belum tentu, harga sahamnya memang turun banyak, tapi dividen yang dibagikan tahun 2012-2022 itu gede-gede banget tiap tahunnya, hampir 100% dari laba bersih perusahaan ini dibagikan ke para pemegang saham. Alasan kenapa sahamnya turun mungkin sesederhana laba bersihnya si Sampoerna turun terus. terutama karena cukai rokok yang naik terus tiap tahunnya, ditambah lagi kemarin itu pandemi Covid, orang orang jadi sadar tentang pentingnya kesehatan hehehe. Terutama kesehatan paru-paru ya.

Sampoerna, diharga sekarang menurut Saya sangat menarik. Ditambah dengan mulai ramenya pengguna iQos yang di claim risikonya jauh lebih rendah dari rokok tradisional.

makanya nih Saya tetap pada kesimpulan Emas dalam jangka panjang, nggak ada risikonya sama sekali. Alias tanpa risiko! Sedangkan saham dalam jangka panjang risikonya rendah. Masih ada risikonya? Ya ada.. Bahkan dengan kita milih perusahaan terbesar sekalipun dengan kinerjanya yang baik di tahun tersebut, masih bisa mengalami penurunan harga kan sahamnya. Makanya kita nggak boleh bodoh-bodoh banget, harus sedikit-sedikit belajar ya, minimal bisa memantau laba bersih perusahaannya aja deh setiap tahunnya.

Semoga artikel ini bisa memfasilitasi kalian belajar tentang saham ya.

Kesimpulan dari tulisan ini adalah Investasi saham vs emas Mana yang lebih untung? Jawabannya dua-duanya menguntungkan dalam jangka panjang dengan risikonya masing-masing.

Tapi saham dari perusahaan yang kinerjanya baik akan sangat mengalahkan imbal hasil dari emas dalam jangka panjang.

Yang rugi yang mana? Yang rugi adalah kalau kita masih cinta uang tunai dan kita menutup mata terhadap adanya inflasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *